Didiek Buntung Mengklaim Dirinya Raja Campursari, Penerus Didi Kempot

Vallesca Souisa Kamis, 11 Pebruari 2021 01:00:49
Didiek Buntung (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Sepeninggal Didi Kempot, muncul pencipta lagu sekaligus penyanyi Didiek Buntung yang mengklaim dirinya sebagai Raja Campursari. Didiek Buntung berani menyebut dirinya demikian, karena cukup produktif mencipta lagi. Sudah lebih dari 40 lagu yang diciptanya hinga hari ini. 

Komitmern pria asal Ungaran, Semarang ini pada lagu-lagu campursari juga bukan semata-mata karena profesi. Lebih dari itu, Didiek memang ingin terus melestarikan budaya dan tradisi Indonesia lewat lagu-lagu campursari. Diakui, komitmennya ini kian menguat pasca penyanyi yang dijuluki Godfather of Broken Heart itu meninggal dunia. 

“Saya ingin meneruskan perjalanan Mas Didi Kempot. Saya sudah menciptakan lagu sendiri juga, lebih dari 40 lagu. Selain dari pada itu, saya juga ingin melestarikan budaya lagu campursari itu sendiri, dan akan menciptakan lebih banyak lagi,” ungkap penyanyi yang kehilangan empat jarinya saat masih bekerja di perusahaan besi. 

Tembang campursari diperkenalkannya lewat album berjudul “Kembang Soka”. Judul lagu ini terinspirasi dari bunga asoka, yang melambangkan kecantikan perempuan. Meski bunga ini tidak menjadi sorotan, namun memiliki arti mendalam. 

Nama Asoka sendiri diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki makna terbebas dari kesedihan. Didiek berharap lagu-lagu yang ada di album “Kembang Soka” bisa melepaskan banyak orang dari kesedihan, kegalauan, maupun patah semangat. “Berkarya tidak mengenal usia. Maka, saya akan terus mencipta, menembus ruang batin yang tersisa,” ucap Didiek. 


 


loading...
Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.