Pertarungan Sengit Atlet Dunia di Olimpiade Tokyo 2020 Siap Dimulai

Redaksi Rabu, 21 Juli 2021 15:15:46
RCTI+

TABLOIDBINTANG.COM - Para atlet dunia sudah mulai merapat ke Tokyo untuk mengikuti perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Mereka siap bertarung demi membawa pulang sebanyak-banyaknya medali emas untuk dipersembahkan kepada negaranya masing-masing. Begitupun kontingen Indonesia bertekad untuk berjuang maksimal demi mengharumkan nama bangsa dan negara tercinta. News RCTI+ akan terus mengabarkan setiap momen-momen menarik dan update dari ajang Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.

Meski masih menghadapi Pandemi Covid -9, beberapa event olahraga internasional tetap digelar. Mulai pekan depan tepatnya mulai 23 Juli 2021, perhatian warga dunia akan tertuju ke Tokyo, Jepang. Di kota berpenduduk sekitar 1,9 juta orang ini, selama 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 digelar Olimpiade Tokyo 2020. Seharusnya penyelenggaraan Olimpiade ke-32 ini dilangsungkan tahun 2020 lalu. Sayang, pandemi memaksa penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 diundur satu tahun.

Pandemi ternyata tak menyurutkan negara-negara di dunia untuk berpartisipasi dalam ajang pesta olahraga dunia yang diselenggarakan 4 tahun sekali ini. Buktinya ada 206 negara yang mengirimkan atlet terbaiknya untuk berlaga di Tokyo. Lebih dari 11.000 atlet akan berlomba di 339 nomer pertandingan dalam 33 cabang olahraga (cabor). Termasuk, ada 5 Cabor baru yang dipertandingkan di Olimpiade Tokyo, yakni bisbol/sofbol, karate, panjat tebing, selancar dan skateboard.

Amerika Serikat (AS) dan China menjadi dua negara yang difavoritkan akan menjadi pengumpul terbanyak medali emas di Olimpiade Tokyo ini. Kontingen AS hadir di Tokyo dengan status sebagai juara umum bertahan, sebagai pengumpul medali emas terbanyak di Olimpiade Rio De Jainero 2016. Kali ini, Paman Sam akan mengirimkan 613 atlet ke Olimpiade Tokyo 2020. 

Rival terberat Amerika datang dari China, negara yang berpenduduk paling besar di dunia. Di Olimpiade sebelumnya, China berada di posisi ke dua sebagai negara pengumpul medali emas terbanyak. China mengirimkan delegasi terbesarnya ke Olimpiade Tokyo, yakni 777 atlet. Sekretaris Jenderal delegasi negara itu, Liu Guoyong, mendorong para atlet untuk berusaha mencapai hasil terbaik.

Cabor yang menyediakan banyak medali emas menjadi buruan dua negara tersebut. Seperti cabang atletik, renang, menambak, panahan, senam dan juga dayung. Sementara di olahraga permainan, Amerika membidik emas dari cabang sepakbola putri, basket, bola volly, tenis serta bisbol. Sementara China mengandalkan bulutangkis, tenis meja dan bola tangan.

Di luar dua negara tersebut masih ada negara-negara lain yang bakal menambah seru pertandingan di setiap cabor. Negara seperti Jerman, Prancis, Britania Raya, Rusia, serta negara-negara Eropa lainnya dari belahan Timur tak bisa dipandang sebelah mata. Jangan lupakan juga negara-negara di Afrika yang biasanya mengandalkan cabang atletik. Di Asia, selain China jangan remehkan juga kehadiran Korea Selatan, Jepang, Iran, Arab Saudi, dan Thailand.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia mengirimkan 28 atlet plus satu cadangan yang akan bertanding di 7 cabor. Yakni, atletik, angkat besi, bulutangkis, panahan, menembak, selancar, dan renang.

Di cabang selancar, Indonesia untuk pertama kalinya mengirimkan wakil ke Olimpiade Tokyo 2020 melalui atlet asal Bali, Rio Waida. Selain Rio, ada juga I Ketut Agus Aditya Putra yang diberangkatkan karena hasil dari kejuaran Selancar di El Salvador.  I Ketut Agus datang ke Tokyo dengan status sebagai atlet alternate (cadangan) di lima nomor.

Jadi apabila terjadi hal-hal yang membuat pemain di lima nomor yang sudah ada tidak bisa tampil seperti karena sakit atau cedera, I Ketut akan menjadi alternatif pengganti. Secara resmi Ketut telah tercatat sebagai atlet Olimpiade Tokyo.

Peluang terbesar Indonesia untuk mempertahankan tradisi memperoleh mendali di Olimpiade ada di cabor bulutangkis. Di cabang ini, rakyat Indonesia sangat berharap pasangan ganda putra Kevin/Gideon (The Minions) atau Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan (The Daddies) bisa mempersembahkan emas bagi kontingen Indonesia. Begitu juga di nomer ganda campuran Praveen/Melati dapat mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya hingga bisa menyamai seniornya pasangan ganda campuran Tantowi/Liliana Natsir yang berhasil meraih emas di Olimpiade Rio De Jainero.

Selain bulutangkis, publik di Tanah Air juga berharap cabang angkat besi bisa menambah medali bagi Indonesia. Prestasi tertinggi dari cabor ini di Olimpiade baru medali perak. Di cabang panahan, Indonesia punya sejarah yang apik. Dari cabang inilah di Oimpiade Seoul 1988, untuk pertama kalinya Indonesia berhasil memperoleh medali perak.

Olimpiade Tokyo akan berbeda dengan penyelenggaraan olimpiade sebelumnya. Beberapa cabor memang tidak boleh ditonton secara langsung, alias tidak ada penonton. Di beberapa cabor lainnya boleh ada penonton namun dibatasi maksimal hanya 50 persen dari kapasitas. Sesaat sebelum bertanding semua atlet dan official juga harus melakukan tes untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka. Terutama, apakah mereka terinfeksi virus Covid-19 atau tidak. Hal ini penting agar ajang Olimpiade tidak menjadikan pusat penularan Covid-19.  

Sebelum Olimpiade resmi dibuka saja sudah banyak atlet-atlet top dari berbagai negara yang diketahui positif Covid-19. Hal itu mengharuskan ia menjalani karantina (isolasi) dan terpaksa mundur. Kondisi seperti ini bukan tidak mungkin terjadi pada atlet yang tengah bertanding membawa kehormatan dan nama besar negaranya dari ajang bergengsi ini. Disebut ajang bergengsi, karena memang atlet yang bertanding di Olimpiade bukan atlet biasa. Selain itu Olimpiade juga hanya dipertandingkan empat tahun sekali.

Untuk bertanding di ajang ini setiap atlet dari masing-masing cabor harus melewati babak kualifikasi terlebih dahulu. Cukup berat dan persaingannya sangat ketat. Kualifikasi ini biasanya berlangsung selama satu tahun sebelum Olimpiade dimulai. 

Jadi memang hanya atlet berprestasi dan yang terpilih saja yang dapat bertandiang di Olimpiade. Oleh sebab itu dapat bertanding di Olimpiade mewakili negara merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi setiap atlet dari cabang apapun.


Penulis Redaksi
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore