Bukan Empat Mata Tukul Arwana Akhirnya Tamat Setelah 11 Tahun Tayang

Abdul Rahman Syaukani Rabu, 20 Januari 2016 18:33:56
Tukul Arwana (Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Program talkshow Bukan Empat Mata (awalnya bernama Empat Mata) yang dipandu Tukul Arwana sejak sekitar 2 minggu terakhir ini tidak lagi tayang di Trans7.

Usut punya usut, program yang dipandu oleh Tukur Arwana tersebut ternyata sudah dibungkus alias tamat setelah 11 tahun menemani pemirsa setianya. Kabar tersebut dibenarkan oleh Humas Trans 7.

"Ia tamat," kata Kepala Divisi Humas Trans7, Anita, kepada Tabloidbintang.com, Rabu (20/1).

Tukul Arwana (Dok. tabloidbintang.com)
Tukul Arwana (Dok. tabloidbintang.com)

Pada saat pertama kali tayang pada 25 September 2005 silam talk show penuh tawa ini diberi nama Empat Mata. Namun setelah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjatuhkan sanksi ke Empat Mata karena menyuguhkan adegan makan katak hidup-hidup pada 2008 silam, tim kreatif Trans7 lalu mengubah namanya menjadi Bukan Empat Mata.

Kendati dalam perjalanannya Bukan Empat Mata selalu mendapat teguran dari KPI, program yang kental dengan lawakan Tukur Arwana itu juga selalu menjadi langganan dapat penghargaan dari Panasonic Awards. Baik sebagai nominasi maupun pemenang.

Sepanjang perjalanannya, Bukan Empat Mata selalu ganti-ganti co-host. Di antaranya adalah Chintya Sari, Olla Ramlan hingga Vega Darwanti. Program Empat Mata yang sangat sukses juga mengantarkan Tukul Arwana menjadi pembawa acara/pelawak laris dengan honor tinggi. Bisa dikatakan lewat Empat Mata Tukul Arwana meraih kebintangannya. Tak hanya Tukul, Vega Darwanti juga populer berkat acara ini.

(man/yb)

Penulis Abdul Rahman Syaukani
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.