Akan Merilis Album ke-9, Kali Pertama Cokelat Gaet Produser

Muhamad Reza Pahlawan Selasa, 25 April 2017 20:30:00
Band Cokelat siap merilis album baru (Reza/BION)

TABLOIDBINTANG.COM - Lama tak menelurkan karya, grup band asal Bandung Cokelat berencana akan merilis Album ke-9 akhir tahun ini. Jika tidak ada halangan, band yang kini beranggotakan Jackline Rossy (vokal), Ronny Febry Nugroho (bass) dan Edwin Marshal Sjarif (Gitar) akan merilisnya pada September nanti.

“Doakan kita rencana target paling lambat itu di akhir tahun ini. Mungkin sekitar bulan September gitulah. Sampai saat ini persiapanya kita lagi recording dan sudah menyelesaikan 4 materi,” Ujar Rossy saat selesai mengisi acara musik Dahsyat (25/4) Jakarta Barat.

Rossy menjelaskan yang menjadi pembeda album ini dengan album-album sebelumnya, karena pada album ini Cokelat menggaet salah satu produser ternama. Hal ini sesuatu yang baru bagi band yang sudah tiga kali berganti vokalis: Kikan, Sarah, dan kini Rossy. 

Band Cokelat kini eksis bertiga (Reza/BION)
Band Cokelat kini eksis bertiga (Reza/BION)

“Jadi album ke-9 ini nanti kita bakal pakai produser. Cokelat itu selama bikin 8 album sebelumnya kita enggak pernah pakai produser. Jadi nanti 5 lagu ada dari produser, 5 lagu dari Cokelat,” Tambah Rossy yang masih merahasiakan nama produser. 

Hal utama yang menjadi alasan mengapa cokelat menggaet produser pada album ke-9, lantaran ingin memberi masukan-masukan dalam musiknya.

“Alasannya pakai produser biar ada masukan-masukan baru untuk kami. Karena, kan selama 8 album sebelumnya enggak pernah pakai produser. Jadi tidak ada salahnya kalau di album ke-9 ini coba pakai produser. Tapi, kami tetap mengusung genre di pop alternatif, ya,” Tutup Rossy.

 

(reza/wida)

Penulis Muhamad Reza Pahlawan
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.