Lagu Asal Kau Bahagia Meledak. Armada Terbebas Dari Kutukan

Wayan Diananto Friday, 09 June 2017
Armada Terbebas Dari Kutukan (Markuat / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Lagu berjudul Asal Kau Bahagia membuat popularitas Armada kembali mengangkasa. Vokalis Armada, Rizal mengatakan para personel Armada telah menduga lagu galau itu akan menuai sukses.

Dikatakan Rizal, setiap kali melepas single atau album baru, Armada selalu berpikir bahwa karya mereka akan berhasil di pasar. Bukannya bermaksud sombong.

“Tapi inilah bentuk optimistik dan pikiran positif kami,” Rizal menukas seraya melanjutkan, “Cuma kesuksesan ini, normalnya kami dapat setahun lagi setelah album terbaru kami rilis. Ternyata, respons khalayak tidak normal. Dengan kata lain, lebih cepat dari yang semestinya. Kami berharap, lagu ini meski cepat naik, tidak akan cepat turun. Semoga bertahan lama di atas.”

Lebih lanjut, Rizal berharap berharap biarlah lagu Armada yang melambung ke atas, sementara para personel Armada tetap menginjak bumi. Tetap rendah hati. Rizal kemudian mengucap terima kasih atas kesetiaan penggemar. Sukses lagu “Asal Kau Bahagia” menandai 10 tahun perjalanan Armada.

Armada (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)
Armada (Bambang Setiawan / tabloidbintang.com)

Ini sekaligus memecahkan kutukan yang menyebut, periode meledaknya sebuah band itu hanya pada lima tahun pertama. Memasuki tahun keenam sampai kesepuluh, sebuah band akan mengalami paceklik. Bersyukur, Armada tidak mengalami itu.

“Istilahnya, kami terbebas dari kutukan. Masa susah kami justru pada lima tahun pertama. Memasuki tahun kesepuluh, kami malah mendapat rezeki besar. Alhamdulillah, progres lagu ini bagus. Terima kasih buat penggemar yang senantiasa menyelipkan nama Armada dalam setiap doa mereka,” pungkas Rizal, di Jakarta Selatan.

(wyn/ray)

Penulis Wayan Diananto
Editor Panditio Rayendra
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.