Penjelasan Gal Gadot Soal Isu Hengkang dari Wonder Woman 2

Andira Putri Rabu, 15 November 2017 19:50:01
Gal Gadot (depositphotos.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan keputusan Gal Gadot terkait Wonder Woman 2.

Situs Page Six melaporkan Gal Gadot siap mundur jika produser yang dituduh melakukan pelecehan seksual, Brett Ratner terlibat dalam Wonder Woman 2.

Di tengah kehebohan, Gal Gadot akhirnya angkat bicara. Gal Gadot memberikan penjelasan dalam wawancara dengan Entertainment Tonight di premiere Justice League, Los Angeles, Amerika Serikat pada Senin (13/11).

"Lihat, ada begitu banyak tulisan tentang bagaimana perasaan dan pandangan saya tentang topik ini dan semua orang tahu bagaimana perasaan saya tentang hal tersebut. Sejujurnya ada begitu banyak orang terlibat dalam pembuatan film ini dan mereka menyuarakan perasaan sama," tutur Gal Gadot.

Brett Ratner kemudian memutuskan "mundur" dari setiap proyek yang berhubungan dengan Warner Bros.

Sebelumnya, Warner Bros kerap bekerja sama dengan perusahaan milik Brett Ratner, yaitu Rat-Pac Dune Entertainment untuk memproduksi film-filmnya. Ini termasuk Batman v Superman, Wonder Woman, dan Justice League.

Namun, keputusan Brett Ratner mundur tidak berhubungan dengan langkah Gal Gadot.

"Hal tersebut terjadi beberapa minggu lalu sehingga itu sebenarnya tidak berhubungan dengan Gal (Gadot). Itu sudah terjadi beberapa minggu lalu...saya pikir ini adalah kesimpulan yang lebih dulu dibuat. Bagaimana pun juga saya kaget mendengar cerita tersebut," terang Patty Jenkins selaku sutradara Wonder Woman.

Brett Ratner dituduh melakukan pelecehan seksual kepada enam aktris. Salah satunya adalah pemain film X-Men: Apocalypse, yaitu Olivia Munn. Deretan aktris tersebut menuturkan kisah yang telah mereka alami kepada The Los Angeles Times. 

(dira / gur)

Penulis Andira Putri
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.