Kata Risa Saraswati Penulis Danur Hantu Belanda Lebih Eksklusif Dari Hantu Lokal

Wayan Diananto Sabtu, 7 April 2018 20:15:16

TABLOIDBINTANG.COM - Film Danur 2: Maddah tengah mendominasi jaringan bioskop di Tanah Air. Film yang diangkat dari novel karya Risa Saraswati (33) ini meraih 1,8 juta penonton. Dengan melambungnya jumlah penonton Danur 2: Maddah, lima hantu cilik yang menjadi sahabat Risa Saraswati ikut populer. Kelima hantu cilik itu Peter, William, Hendrick, Hans, dan Jhansen. Peter dan kawan-kawan, kata Risa, tidak peduli jumlah penonton Danur 2: Maddah.

"Peter dan kawan-kawan bahagia saat kisah hidup mereka ditonton banyak orang. Saat gala premiere kemarin misalnya, selain teman-teman saya ada juga beberapa setan lain yang ikut euforia. Mereka datang karena suasana gala premiere mendukung," beri tahu Risa Saraswati dalam wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.

Gala premiere Danur 2: Maddah digelar di Epicentrum XXI Jakarta. Kala itu, lampu-lampu gedung bioskop dibuat remang-remang dan bunga sedap malam bertebaran di mana-mana. Suasana ini, menurut Risa Saraswati, membuat makhluk tak kasat mata merasa nyaman. Apalagi lagu “Boneka Abdi” yang dipakai Risa untuk memanggil Peter dan kawan-kawan diputar berulang-ulang. Risa mengatakan, tak hanya hantu Belanda, hantu lokal pun turut hadir.

Sayangnya, hantu-hantu Indonesia ini hanya menyaksikan gala premiere dari luar gedung. "Yang sampai sekarang saya tidak habis pikir, mengapa ada sistem pengkastaan di masyarakat lelembut. Hantu-hantu keturunan Belanda merasa lebih eksklusif ketimbang hantu lokal. Malam itu saya melihat hantu lokal hanya berdiri di luar gedung, tidak masuk ke karpet merah," ungkap Risa Saraswati.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.