Ternyata Sutradara Danur 2: Maddah Pernah Mengincar Proyek Film Pengabdi Setan

Wayan Diananto Rabu, 11 April 2018 07:30:31
Awi Suryadi, sutradara film Danur 2: Maddah. (Foto: Dok. Koleksi Pribadi)

TABLOIDBINTANG.COM - Film Danur 2: Maddah merangkul lebih dari 2 juta penonton. Kesuksesan ini digunakan sutradara Awi Suryadi (40) untuk mengingat masa saat berada di lokasi syuting dan melahirkan jilid pertama Danur. Ia bangga Danur: I Can See Ghosts yang dirilis tahun lalu menjadi titik balik bangkitnya film horor Indonesia. Meski faktanya, Danur gagal menjadi film terlaris 2017 karena dilewati Ayat-ayat Cinta 2, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2, dan Pengabdi Setan.

Awi tak kecewa pencapaian Danur tahun lalu dikalahkan Pengabdi Setan. "Saya sangat menyukai Pengabdi Setan versi klasik karya Sisworo Gautama Putra. Bahkan, saya berencana membuat remake Pengabdi Setan dengan minta izin ke produser Rapi Films, Sunnil Samtani. Bagi saya, Pengabdi Setan proyek yang sangat seksi," aku Awi Suryadi dalam wawancara empat mata dengan tabloidbintang.com di Jakarta, belum lama ini.

Namun saat itu Awi Suryadi sedang fokus menggarap Danur: I Can See Ghosts. Saat syuting Danur selesai, ia mendengar kabar proyek remake Pengabdi Setan telah jatuh ke tangan Joko Anwar. Lagi-lagi Awi tidak kecewa.

"Saat mendengar kabar itu saya malah lega dan percaya Pengabdi Setan berada di tangan orang yang tepat. Film itu membuktikan konfigurasi pemain tak serta merta menentukan laris tidaknya film. Kita lihat pemain Pengabdi Setan bukan seleb dengan jumlah pengikut di Instagram belasan juta orang tapi toh, tetap bisa mendatangkan jutaan penonton," pungkas Awi Suryadi.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.