Sinopsis Misteri Gunung Merapi MNCTV Hari Ini Jumat 7 Desember 2018 Episode 19

Panditio Rayendra Jumat, 7 Desember 2018 17:00:15
Sinopsis Misteri Gunung Merapi MNCTV Hari Ini Jumat 7 Desember 2018 Episode 19

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Misteri Gunung Merapi MNCTV Hari Ini Jumat 7 Desember 2018 Episode 19

Arimbi ditahan oleh siluman kerbau akibat kekalahan dalam pertarungan melawan Sekar Ayu. Hingga pada akhirnya Mahardika yang sedang mencari biung/ Ibunya, melihat Sekar Ayu berjalan sendirian hingga dia mengikuti jejaknya. Sekar Ayu yang lebih kuat daripada Mahardika dapat mengelabuhinya.

Sinopsis Misteri Gunung Merapi MNCTV Hari Ini Jumat 7 Desember 2018 Episode 19.

Mak Lampir mempunyai rencana untuk mengembalikan Nyai Kembang melalui sihir yang dilakukan kepada Adolf Pieter dengan mengubah suara Adolf Pieter menjadi Alang Kibar. Hingga terjadi adu sihir diantara Mak Lampir dengan Nyai Kembang. Farida terus merenungkan hatinya karena tidak bisa berhenti memikirkan seorang Sembara. Rosmina berpura-pura baik kepada Farida agar rencana jahatnya bisa terlaksana dan tidak diketahui oleh Farida.

Rosmina pun menyebar isu bahwa sembara adalah siluman harimau yang selama ini meresahkan warga kampung. Setelah itu, warga kampung langsung mengejar Sembara dan Basir sampai mereka harus bertarung melawan warga kampung. Hingga Mardian yang bersiap membunuh Sembara juga dengan memprovokasi warga kampung dan memberikan hadiah atas Sembara. Namun Mardian tak kuasa menahan dirinya sehingga ia berubah menjadi siluman harimau. Di tempat yang sama warga kampung dan sembara bertemu dengan siluman harimau tersebut hingga terjadi perkelahian untuk membunuh siluman harimau tersebut.

Sinopsis Misteri Gunung Merapi MNCTV Hari Ini Jumat 7 Desember 2018 Episode 19.

(ray/ray)

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.