Sinopsis Anak Langit SCTV Hari Ini Jumat 15 Maret 2019

Binsar Hutapea Jumat, 15 Maret 2019 14:15:23
Sinopsis Anak Langit SCTV Hari Ini Jumat 15 Maret 2019

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Anak Langit SCTV hari ini Jumat 15 Maret 2019.

Rimba sedang diobati Finny. Rimba pegang tangan Finny. Bude Merry yang ada di sana salah tingkah. Akhinya Bude Merry mengomel, kalau kayak begini mendingan sekalian dia nikahi saja mereka berdua. 

Jaylani kasih tahu Andra kalau Tari keluar dari Kentary. Andra kaget dan tanya kenapa. Jaylani tidak tahu, dengar-danger sebelumnya Tari sakit dan tidur di rumah saudaranya. Andra kaget juga.

Tari yang kesepian ternyata sudah di atas tempat tidur sambil melihat foto Andra. Air matanya tidak terasa menetes di pipi, Tari tertidur. Foto Andra ada di dadanya.

Sinopsis Anak Langit SCTV hari ini Jumat 15 Maret 2019.

Barman dan anak buahnya datang menemui Toni dan memarahinya karena tidak membantu Barman. Toni diam saja, Jope kasih tahu Barman kalau orang yang semalam menggagalkan pencurian itu Rimba, abangnya Toni.

Rimba datang dengan wajah berseri bareng Finny. Finny dan Rimba tanya kabar Milka. Milka kasih tahu kalau dia mau langsung operasi, kebetulan ahli bedahnya baru bisa besok. Finny lega. Lalu Rimba bilang, dia mau Milka lebih cantik dari sebelumnya, karena Rimba mau Finy tampak istimewa di pernikahan Rimba. Hiro dan Milka
kaget senang dan tanya maksudnya apa.

Emon dan Kei makin romantis. Kei sudah siap mau pergi kerja, lalu Emon Minta Bu Asrid datang ke Nyak Ida buat silaturahmi, kalau perlu minta maaf. Bu
Astrid bilang nanti dulu, mau pikir-pikir dulu!

Sinopsis Anak Langit SCTV hari ini Jumat 15 Maret 2019.

(bin/bin)

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.