Sinopsis Merindu Baginda Nabi SCTV Hari Ini Jumat 23 Mei 2019

Binsar Hutapea Kamis, 23 Mei 2019 14:50:23
Sinopsis Merindu Baginda Nabi SCTV Hari Ini Jumat 23 Mei 2019

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Merindu Baginda Nabi SCTV hari ini Jumat 23 Mei 2019.

Ustadz Anam heran Pak Nur tidak mengikat Mijan dan membiarkannya digudang. Anam takut Mijan akan mengganggu yang lain. Tapi Pak Nur meyakinkan jika Mijan masih di situ sampai subuh berarti dia mau tobat.

Badru sedang mengobati luka-luka Mijan. Mijan mendengus, menepis tangan Badrul. "Aku bisa mengobati sendiri, enggak usahlah kamu obati," katanya.  Badrul kesal karena Mijan masih saja bersikap angkuh. Padahal Pak Nur itu sudah baik, dan sudah menyelamatkan Mijan dari amukan warga.

Badrul dan Yudo meninggalkan gudang. Tampak Mijan sendirian mengobati lukanya. Tiba-tiba Mijan berhenti mengobati lukanya dan melamun. Hatinya
galau teringat pesan Pak Nur.

Sinopsis Merindu Baginda Nabi SCTV hari ini Jumat 23 Mei 2019.

Retno dan Lina dan yang lain sedang di kantin. Mereka sedang memikirkan bagaimana agar bisa membuat sesuatu untuk Bu Ririn. Retno mengusulkan untuk memakai sosmed membuat gerakan mendukung bu Ririn. Tak lama petisi di sosmed itu viral. Kepala Sekolah lalu menghubungi Bu Tatik. Bu Tatik dan juga Arum geram sekali. Bu Tatik bilang ini akan membuat buruk citranya didepan umum.

Fiona dan Louise keluar dari halaman stasiun dengan menyeret kopernya masing-masing. Wajah mereka tampak ceria. Pak Nur, Rifa, Bu Salamah, Meamunah, dan Anam menyambut mereka. Fiona dan Louise langsung memeluk Rifa erat. Memandangi wajah Rifa kangen.

Sinopsis Merindu Baginda Nabi SCTV hari ini Jumat 23 Mei 2019.

(bin/bin)

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.