Sinopsis Cinta Suci SCTV Hari Ini Kamis 18 Juli 2019

Panditio Rayendra Kamis, 18 Juli 2019 15:00:31
Sinopsis Cinta Suci SCTV Hari Ini Kamis 18 Juli 2019

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Cinta Suci SCTV Hari Ini Kamis 18 Juli 2019

Nathan cemas memikirkan nasib anak mereka. Sementara Lestari tampak duduk tertunduk sambil menangis memikirkan kondisi anaknya. Tiba-tiba Bu Saras muncul dan dia langsung kesal menatap kehadiran Nathan.

Suci menemui Pak Surya di ruang tamu rumah Pak Surya. Suci bertanya apa Pak Surya sudah memberitahu Marcel tentang keberadaan Mama Wahida? Suci menceritakan kalau marcel pergi dan gak bilang ke mana.

Bunga yang baru pulang dari rumah Yudha langsung merespon panggilan Suci saat dia menginjak teras rumah Marcel. Suci langsung bertanya apa Marcel ada di sana atau ketemu dengan mereka.


Bunga masuk ke ruang tengah dan duduk tercenung di kursi rumah itu sambil berbisik, kemana ya Kak Marcel? Apa Kak Marcel sedang ngelakuin sesuatu yang ada hubungannya sama dia dan Yudha.

Silvy dan Doni tiba di dekat motor Doni yang terparkir di halaman rumah Marcel. Doni dan Silvy bertatapan sejenak. Doni bertanya apa kamu gak masalah kita keluar pakai motor bututku ini? Silvy bilang gak masalah.

Sementara itu dari sisi lain rumah, Bu Sandra tampak melangkah bersama Sherly. Mereka berdua melihat Pak Surya, Suci dan Ronny melangkah keluar rumah. Sherly bertanya, mau kemana Bunda sama Ronny, Oma?

Mobil Marcel berhenti di depan pagar rumah lama Bu Wahida yang terkunci pagarnya. Rumah itu tampak sepi. Marcel berdiri di depannya dengan ekspresi sedih. Marcel tertunduk dan bicara sendiri, Mama dimana, Ma?

Sinopsis Cinta Suci SCTV Hari Ini Kamis 18 Juli 2019

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.