Sinopsis Kembalinya Raden Kian Santang MNCTV Hari Ini Rabu 16 Oktober 2019

Panditio Rayendra Rabu, 16 Oktober 2019 19:00:59
Sinopsis Kembalinya Raden Kian Santang MNCTV Hari Ini Rabu 16 Oktober 2019

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Kembalinya Raden Kian Santang MNCTV Hari Ini Rabu 16 Oktober 2019

Mahesa dan Surawisesa berhasil menemukan Kian Santang yang saat itu bersama Walangsungsang. Seketika Surawisesa dan Mahesa menyerang Kian Santang. Karena tubuhnya masih lemah, Walangsungsang pun langsung melindunginya. Sadar kemampuannya tak mampu menandingi Mahesa dan Surawisesa, Walangsungsang pun membawa pergi Kian Santang. Hingga akhirnya mereka pun sampai pada Padjajaran. Walangsungsang pun langsung melaporkan pada Prabu Siliwangi tentang apa yang dilakukan Surawisesa terhadapnya dan Kian Santang. Walangsungsang pun menceritakan jika Surawisesa mampu menguasai jurus Brajamusti.

Sinopsis Kembalinya Raden Kian Santang MNCTV Hari Ini Rabu 16 Oktober 2019

Mendengar itu, Prabu Siliwangi pun cemas karena jurus Brajamusti bisa membahayakan orang yang menguasainya jika tidak digunakan dengan baik. Rarasantang pun tiba di Padjajaran dengan membawa Kentringmanik. Prabu Siliwangi pun menyambut senang kembalinya Kentringmanik. Prabu Siliwangi pun langsung memeluk Kentringmanik. Sementara itu ditempat lain, Nyi Rompang, Ranggabuana, Kurandageni sedang bersiap untuk menyerang Padjajaran. Mereka nampak mempersiapkan pasukan.

Kabar tersebut pun terdengar oleh Siliwangi. Hingga akhirnya Siliwangi mengutus Syeikh Nurjati untuk memimpin pasukan demi mengamankan istana Padjajaran dari serangan pemberontak.

Sinopsis Kembalinya Raden Kian Santang MNCTV Hari Ini Rabu 16 Oktober 2019

Penulis Panditio Rayendra
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.