Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Ini Jumat 18 September 2020

Binsar Hutapea Jumat, 18 September 2020 16:00:23
Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Ini Jumat 18 September 2020

TABLOIDBINTANG.COM - Sinopsis Istri Kedua SCTV Hari Ini Jumat 18 September 2020

Shakila baru selesai ambil wudhu dan akan mendirikan sholat. Diiringi suasana mendukung, setelah sholat, sepanjang malam Shakila akhirnya berdzikir dengan berderai airmata serta untaian doa.

Sementara di dalam sumur, air mulai surut. Nasya sudah bisa bernapas lebih leluasa meskipun tubuhnya masih sangat lemah. Nasya bersyukur Allah melindungi dan menyelamatkannya hingga dia enggak tenggelam.

Shakila sudah rapi dan keluar dari kamar dengan langkah terburu-buru. Tapi saat Shakila akan keluar rumah, Luna melihatnya. Luna langsung menghadang Shakila dan tanya mau ke mana?

Shakila dan Luna masuk ke dalam kamar Arsa. Tampak Arsa yang tertidur memakai selimut rapat. Shakila menghampiri Arsa dan memegang keningnya. Ternyata badan Arsa panas sekali.

Sementara itu, Galuh tiba di lokasi Nasya dan melihat rumah kosong tempat Shakila kemarin. Galuh panggil-panggil Nasya sambil terus berjalan ke arah rumah kosong itu.
Galuh berhasil masuk ke rumah itu dan melihat keadaannya yang sepertinya sudah enggak terurus. Seketika Galuh jadi enggak yakin kalau pernah ada orang yang masuk ke sana.

Ternyata di dalam sumur, Nasya yang badannya sudah benar-benar lemah mencoba memberi kode saat ada suara yang memanggilnya. Nasya terus ketuk-ketuk dinding sumur dengan batu.

Di rumah, Arsa masih tertidur ditemani Shakila. Tiba-tiba HP Arsa bedering. Shakila meraihnya dan lihat nama Galuh di layarnya. Shakila kesal sekali kenapa pagi-pagi Galuh sudah ganggu Arsa aja.

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.