Sinopsis Tuhan Ada di Mana-mana Hari Ini, Jumat 13 Oktober 2017

Ulfa Gusti Utami Friday, 13 October 2017
Sinopsis Tuhan Ada di Mana-mana Hari Ini, Jumat 13 Oktober 2017

TABLOIDBINTANG.COM - Berikut adalah sinopsis Tuhan Ada di Mana-mana hari ini, Jumat 13 Oktober 2017. 

Bu Indiana menebak jika Oki sedang kasmaran dengan Ilham yang merupakan anak dari Bang Okim yang tak lain adalah pengasuh lenong. Oki tersenyum malu, ia pun menjelaskan jika Ilham akan membantunya dalam menyusun skripsi. Bu Indiana kemudian tersadar jika Ilham bukannya bekerja di bengkel, mendengar itu, Oki langsung meralat dan mengatakan jika Ilham adalah seorang sarjana teknik. Oki pun bangun dan meninggalkan ibunya untuk mandi. Selagi Oki menjauh, Bu Indiana bergumam dalam hati, ia berharap semoga Oki serius dan tidak hanya memainkan perasaan Ilham. 

Ilham terlihat baru selesai mandi, ia mendengar suara ibunya dari luar kamar yang meminta Ilham segera ke meja makan. Sambil menyiapkan makan, Mpok Tinjun berkata pada Bang Okim jika apa yang dilakukan Markasan sangat kelewatan, Ia memusuhi semua orang. Tinjun membatin apa jika nanti Markasan meninggal ia tidak takut jika tidak ada orang yang mau memandikan dan menyolati jenazahnya. Mendengar itu, Bang Okim langsung mengatakan jika menyolati dan memandikan orang meninggal adalah fardu kifayah hukumnya. Jika jenazah seseorang sampai ditelantarkan, berarti itu menjadi dosa orang satu kampungnya. Tak lama Ilham datang dan langsung ikut bergabung. Melihat Ilham yang sudah ada di meja makan, Bang Okim langsung mengatakan bahwa ia sudah berjanji pada Oki untuk meminjamkan beberapa hasil dokumentasi pementasan lenong. Bang Okim meminta Ilham untuk mengantarkan rekaman itu pada Oki. Sementara itu, Mpok Tinjun menanyakan pada Ilham apakah Meidina masih belum mengaktifkan handphonenya. Ilham menjawab belum, ia juga mengatakan bahwa ia jadi pusing karena persoalan ini.

Medina terlihat memegangi handphonenya yang masih dalam keadaan mati, ia bicara sendiri pada handphonenya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia meminta maaf dan mengatakan jika ia masih merasa galau. Dina juga mengatakan bahwa orang tuanya ternyata masih menaruh dendam dengan keluarga Ilham. 

Oki masih terlihat memandangi layar laptopnya di ruang tamu, kemudian ibunya mendekat. Tak lama terdengar suar pintu di ketuk disusul ucapan salam. Oki dan ibunya saling pandang menebak siapa yang datang. Oki pin bergegas membukakan pintu sambil menjawab salam. Di depan pintu Ilham terlihat berdiri dengan memegang beberapa keping DVD. Mendapati kedatangan Ilham, Oki merasa terkejut, ia terlihat terkesima dan hanya mematung memandangi Ilham. Pandangan Oki seketika buyar ketika Bu Indiana datang dan menyuruh Ilham masuk. 

Mpok Omeh dan Bang Markasan antusias menyambut kedatangan Sakib sang tuan tanah yang kaya raya. Sakib datang bersama istri dan anaknya yang berusia 40 tahun. Omeh terlihat bertanya pada Markasan, ia juga terlihat ragu hingga berkali-kali memandangi Markup, anak Sakub. Markasan menjawab jika tak ada salahnya mengenalkan Markup pada Medina. 

Oki dan Ilham terlihat sedang menonton video rekaman pementasan Lenong Setia Menanti, keduanya duduk berdekatan. Tak sadar, Oki yang terlihat ketakutan malah memegang tangan Ilham. Sontak Ilham kaget, untuk beberapa waktu mereka berdua terlihat beradu pandang. Dengan lembut Ilham berusaha menarik tangannya. Oki seketika itu langsung salah tingkah. Ilham memakluminya. OKI menunduk tersipu setelah berbincang soal ketidaksengajaannya. Ilham tertawa tapi dalam hati membatin jika ia biasa saja jatuh hati pada Oki seandainya ia belum berpacaran dengan Median. Ilham menilai Oki adalah wanita yang jujur dan ceplas-ceplos. Ia mulai tertarik dengan Oki. Oki yang sadar sedari tadi Ilham memandanginya, merasa tak enak dan berusaha mengacaukan lamunan ilham.

Demikian sinopsis Tuhan Ada di Mana-mana hari ini, Jumat 13 Oktober 2017. 

 

(gst / wida)

Penulis Ulfa Gusti Utami
Editor Wida Kriswanti
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.