Whiplash: Jazz dan Akting Simmons Sama-sama Seksi!

Wayan Diananto Sabtu, 28 Pebruari 2015 00:58:35
(Foto: Bold Films)

TABLOIDBINTANG.COM - Dimulai dengan tabuhan drum bertempo lambat yang terus menanjak hingga menjadi sangat cepat. Sementara layar tak bergambar. Pada entakan terakhir, kita melihat Andrew Neimann (Miles) terengah-engah menggebuk drum. Seorang laki-laki masuk. Namanya, Terence Fletcher (J.K. Simmons). Ia tertarik dengan semangat Miles. Terence menawari Andrew bergabung di band Terence sebagai pemain cadangan mendampingi Carl (Nate).

Terence membawa bandnya mengikuti Overbrook Jazz Competition dan Dunnelin Competition. Tak mudah untuk menjadi murid Terence. Pola ajarnya penuh cacian. Pernah, Andrew dibuat menangis. Pada latihan berikutnya, ia dilempar kursi. Suatu hari, terdengar kabar salah satu murid Terence bunuh diri. Pihak sekolah Shaffer Conservatory of Music menjajaki apakah kematian murid itu terkait dengan pola ajar Terence yang sarat tekanan. Puncaknya, Terence tidak lagi muncul di Shaffer.
    
Darah film ini "musik kamar" bernama jazz. Urat nadinya skenario yang mengedepankan jatuh-bangun. Jatuh-bangun itu divisualkan lewat adegan-adegan latihan tokoh utama berikut interaksinya dengan coach. Di sinilah nyawa Whiplash dibangun. Anda (yang bukan pencandu jazz sekalipun), akan dibuat geregetan dengan interaksi Terence versus Andrew. 
    
Obsesi, tekanan, rasa bersalah, rindu dendam, dan kepuasan yang disiratkan dalam senyum tipis dan sorot mata takjub atas pencapaian (sebagai hasil akhir dari proses) diperlihatkan. Whiplash bukan tipe yang memperlihatkan perubahan dramatis. Bahwa profesi penggebuk drum bisa mengubah nasib (secara finansial). Ia berbicara esensi mendasar tentang hasil dari latihan keras. Yakni: dari yang semula belum bisa menjadi bisa. Teknik semacam ini mengingatkan kami pada Sokola Rimba. Esensi belajar membaca alias pendidikan adalah mengubah kebutaan terhadap aksara jadi melek aksara. 
    
Menariknya Whiplash membangun naskah melalui karakter-karakter yang sangat tajam. Semua karakter bermain baik. Namun Simmons bermain gemilang. Raut Terence di tangan Simmons menjadi barometer "rushing" dan "dragging" tempo beberapa nomor jazz seperti: "Caravan", "Whiplash", dan puncaknya tragedi "Upswingin" di atas panggung yang menegangkan.
    
Kelentikan tangan Simmons memberi aba, langkah kaki yang tegas, dan ketepatan waktu dalam menghadiri latihan. Dan yang paling menyentuh, saat memutar CD instrumen musisi hebat yang tidak lain muridnya sendiri. Wajahnya termangu. Matanya kosong. Tetes air mata itu momen tak terlupakan. Film ini akan gagal membuai penonton jika gaya tuturnya menyeret penonton.     
Skenarionya berpotensi untuk menjadi datar. Itu sebabnya Damien butuh editor dengan kinerja cihui. Maka, Tom Cross patut diberi pujian. Kelincahan membingkai gambar-gambar mengikuti ritme dan suara alat musik sangat genius. Akhirnya kita sadar, jazz dan akting Simmons sama-sama seksi!
    
Sekilas Info: Tahukah Anda, (selain Oscar) Whiplash mengikuti puluhan festival dan memenangkan 34 piala Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk J.K. Simmons? 

Pemain    : Miles Teller, J.K. Simmons, Paul Reiser, Melissa Benoist, Austin Stowell, Nate Lang
Produser    : Jason Blum, Helen Estabrook, David Lancaster, Michel Litvak
Sutradara    : Damien Chazelle
Penulis        : Damien Chazelle
Produksi    : Bold Films, BlumHouse Productions, Right of Way Films
Durasi        : 107 menit

(wyn/adm) 
 


Penulis Wayan Diananto
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore