Berakhir di Episode 28, Begini Rating Sinetron "Rajawali"

Panditio Rayendra Senin, 5 Oktober 2015 14:25:11

TABLOIDBINTANG.COM - SATU lagi sinetron berumur pendek.

Sempat mendapatkan posisi 5 besar di awal penayangan, nyatanya sinetron Rajawali (RCTI) gagal mempertahankan performa. Sinetron laga yang dibintangi pesinetron muda seperti Irish Bella, Giorgino Abraham dan Verrell Bramastha ini harus berakhir di episode 28, Minggu (4/10).

Jelang tamat, RCTI bahkan mengubah jam tayang sinetron garapan SinemArt ini. Dari yang tadinya menghuni jam emas 18.30 WIB, menjadi lebih sore pukul 17.00 WIB.

Akhir yang bahagia diuntai Rajawali. Mentari (Natasha Wilona) akhirnya tahu bahwa pria yang selama ini mengobati dan merawatnya adalah Panji (Verrell Bramastha), bukan Sakti.

Indah (Marcella Daryanani) yang memiliki buntut akibat dikutuk oleh Intan siluman ular suruhan Bunga (Aryani Fitriana) sempat mengalami putus asa.

Kutukan ini hanya bisa sembuh jika ada pria yang mencintainya dengan tulus. Braga (Kevin Kambey) mengatakan cinta pada Indah dan akhirnya kutukan itu hilang.

Braga juga akhirnya menerima kehadiran Bayu Aji (Fathir Muchtar) sebagai ayah kandungnya, namun tak melupakan jasa Rusdi alias Ki Gledek (Donny Kesuma) yang selama ini membesarkannya seperti anak sendiri.

Sakti (Giorgino Abraham) yang sempat pura-pura sebagai Bondan, akhirnya mengakui identitasnya kepada gadis yang dicintainya, Lembayung (Irish Bella).

Sakti pun memusnahkan semua siluman yang selama ini menerornya, termasuk Kumala Ratu Buaya Putih (Bella Shofie).

Adegan ditutup dengan adegan Sakti yang menjelma menjadi rajawali, terbang bersama Satria (Baim Wong).

Episode terakhir tak bisa berbuat banyak, hanya meraih TVR 1,7 dan TVS 11,6, tak terdeteksi di 20 besar.

(ray/gur)

Penulis Panditio Rayendra
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.