Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia

Wayan Diananto Saturday, 14 October 2017
Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (dok. Rapi Film)

TABLOIDBINTANG.COM - Minggu ini, kata ibu mengalami pergeseran makna. Banyak orang mengernyitkan dahi dan bergidik saat kata ibu terucap. Ibu yang selama ini identik dengan perempuan penuh cinta berubah menjadi sosok mengerikan. Penuh teror. 

Semua kegilaan ini bermula ketika Joko Anwar (41) menciptakan karakter fiktif Mawarni Suwono dalam drama Pengabdi Setan (PS). 

Mawarni diperankan Ayu Laksmi (49). Diva di era 1960-an itu jatuh sakit. Saking parahnya, ia tak bisa bangun selama bertahun-tahun. Jangankan bangun dan berjalan, berkomunikasi pun ia tak mampu.

Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (dok. Rapi Film)
Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (dok. Rapi Film)

Untuk berbicara dengan suami dan anak-anaknya, Mawarni membunyikan lonceng. Saat mendengar lonceng mengayun, satu dari keempat anak Mawarni—Rini (Tara Basro), Toni (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz), dan si bungsu Ian (Adhiyat Abdulkhadir)—masuk ke dalam kamarnya untuk mengecek keadaannya. Kadang suami Mawarni, Suwono (Bront Palarae), menengok dan menanyakan apa yang dibutuhkannya.

Ibu akhirnya meninggal. Ironisnya beberapa hari kemudian, arwah ibu berbalik menyatroni anak-anaknya sendiri. Siapa sangka, drama rumahan ini mampu menakuti sejuta penonton lebih dalam 8 hari. Indikasi kesuksesan sudah tercium sejak hari penayangan pertama, Kamis (28/9).

Hari itu, Pengabdi Setan mengumpulkan lebih dari 91 ribu penonton. Angka ini melampaui pencapaian Danur: I Can See Ghost yang mengumpulkan 87 ribu jiwa pada hari pertama. 

Joko ingat betul, orang pertama yang menyampaikan kabar bahagia itu produser Rapi Films, Sunnil Samtani. Jumat (29/9) pagi, Sunnil menghubungi Joko dan mengatakan, “Bro, aduh Bro!”

Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (Seno / tabloidbintang.com)
Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (Seno / tabloidbintang.com)

“Ada apa lagi, Bro?” jawab Joko panik.

“Penonton Pengabdi Setan hari pertama 91 ribu, Bro.”

“Wah, itu bagus atau jelek, ya?”

Sebenarnya, ini bukan kali pertama Joko mendatangkan banyak penonton. Sepuluh tahun lalu, ia menulis naskah Quickie Express (disutradarai Dimas Djayadiningrat) yang mendatangkan sejuta penonton.

Tahun yang sama, Joko menulis Jakarta Undercover (disutradarai Lance). Film itu menyerap hampir sejuta penonton. Ini kali pertama ia bertindak sebagai penulis naskah sekaligus sutradara dan berhasil mencetak box office.

Terkait pencapaian ini, Joko berpendapat, “Saya rasa penting bagi sineas agar filmnya ditonton sebanyak mungkin orang. Itulah tujuan film yang sebenarnya. Saat seorang sineas bikin film, artinya ia ingin mengatakan sesuatu. Saat orang ingin mengatakan sesuatu, ia ingin banyak orang mendengarnya, kan?” Tak hanya Joko yang bahagia atas pencapaian ini. Tara Basro (27) tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya saat dihubungi Bintang pada Kamis (5/10) lalu.

Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (Bambang / tabloidbintang.com)
Pengabdi Setan, Meneror Khalayak di Dua Dunia (Bambang / tabloidbintang.com)

“Sebenarnya saya main film tidak pernah memikirkan jumlah penonton. Saya yakin tak ada yang lebih baik daripada bekerja dengan hati bahagia. Saya bekerja dengan seniman-seniman terbaik di negeri ini dan bersyukur kali ini dipercaya menjadi Rini dalam Pengabdi Setan. Ada banyak cerita di balik produksi ini,” ungkap Tara. 

Inilah kisah horor yang meneror khalayak di dua dunia. Di dunia nyata, antrean penonton membanjir di lobi bioskop. Di dunia maya, Pengabdi Setan berhasil menempatkan Mawarni Suwono di puncak trending topic Twitter, Rabu (4/10) lalu. Lewat tagar #IbuSudahBisa, warganet berlomba membuat meme. Lantas, apa komentar Ayu Laksmi saat warganet ramai membicarakan sepak terjang ibu?

 

(wyn / gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.