Sara Wijayanto Tampil Misterius Kenakan Busana Serba Hitam

Seno Susanto | 9 Juli 2018 | 14:45 WIB

Film Sabrina merupakan spin off dari film The Doll. Berbeda dengan The Doll, film Sabrina menyajikan rapalan mantra menggunakan bahasa Indonesia. 

"Mantra di film ini menggunakan bahasa Indonesia. Itu sengaja karena kami mau yang lebih universal. Mantra itu sebenarnya diambil dari lafalan doa, tapi kami jadikan Bahasa Indonesia," kata Sara Wijayanto dalam jumpa pers di bilangan Senayan Jakarta, (6/7).

Merapal mantra menggunakan bahasa Indonesia diakui Sara Wijayanto lebih sulit. Butuh berkali-kali latihan untuk bisa terlihat sempurna.

"Justru lebih susah, cara mengucapkannya perlu beberapa kali latihan. Lebih sulit karena enggak boleh putus napasnya, enggak boleh salah cara pengucapannya," tutur Sara Wijayanto.

"Bagi yang sudah nonton The Doll dan The Doll 2, itu enggak ada apa-apanya. Di sini kami bikin tangis darah, kami gunakan hati untuk membuatnya. Kami membuat film yang baik dengan menggunakan hati," ungkap Sara Wijayanto seraya berpromosi.

Sara Wijayanto saat menghadiri gala premiere film Sabrina di bilangan Senayan, Jakarta, Jumat (06/07) lalu. Diceritakan Sara Wijayanto yang berperan sebagai paranormal bernama Laras melawan roh jahat yang ada pada boneka Sabrina menggunakan rapalan mantra.

Penulis : Seno Susanto
Editor: Seno Susanto
Berita Terkait