Resmi Menikah dengan Chicco Jerikho, Putri Marino Dikerumuni Wartawan

- Rabu, 7 Maret 2018 15:30:02

TABLOIDBINTANG.COM - Putri Marino saat menghadiri acara konferensi pers film Jelita Sejuba di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (07/03) siang. Putri Marino bercerita tentang pernikahannya dengan Chicco Jerikho yang terkesan dadakan.

(Foto: Markuat / Ana Sumarti Pratama / tabloidbintang.com)

Menurut bintang film Posesif itu, pernikahannya tak mendadak, namun sudah dibicarakan sejak awal berpacaran dengan Chicco Jerikho.

Sejak awal pacaran, Chicco Jerikho langsung mengajak Putri Marino untuk serius dan menikah.

Melihat sosok Chicco Jerikho yang bertanggung jawab dan sayang keluarga, Putri Marino pun langsung mengiyakan ajakan menikah tersebut.

"Menurut aku Chicco sangat bertangung jawab, memang seperti ini yang aku cari. Pas ketemu, pacaran langsung, wah ini nih yang aku cari selama ini nggak perlu lama buat mikir (menikah)," ujar Putri Marino ditemui di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (7/3).

Keduanya pun terbilang singkat menjalani masa pacaran. Karena menurut Putri Marino, mereka hanya tiga bulan berpacaran sebelum resmi menjadi suami istri.

Putri Marino yang baru beberapa hari resmi menikah dengan Chicco Jerikho dikerumuni wartawan saat menghadiri acara konferensi pers film Jelita Sejuba di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (07/03).

Di waktu sesingkat itu, Putri Marino yakin untuk berumahtangga dengan Chicco Jerikho karena merasa sang pacar punya visi misi yang sama, dan bisa diajak untuk membangun keluarga kecil bersama.

"Sebenernya aku emang yang tipikal pengen nikah, karena pengin berkeluarga, pengin punya keluarga sendiri, terus pas ketemu Chicco ketemu yang punya visi misi yang sama, jadi nggak perlu lama. Dari awal Chicco bilang nggak mau pacaran lama-lama, kita nikah aja ya, pacarannya setelah nikah," ungkap Putri Marino.

loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.