Kasus First Travel, Ini Penampilan Terbaru Anniesa Hasibuan - Andika Surachman

Seno Susanto Rabu, 14 Maret 2018 13:00:57

TABLOIDBINTANG.COM - Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan pimpinan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) dan Kiki menjadi terdakwa sidang kasus penipuan terhadap ribuan jemaah umroh di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (14/03).

Tiga bos First Travel, yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan, terdakwa kasus dugaan penipuan perjalanan umrah, menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Depok pada Rabu (14/03).

Turun dari mobil tahanan, ketiga terdakwa Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki langsung dikerumuni awak media yang telah menungu sejak pagi.

Saat menuju ruang tahanan, ketiga terdakwa sempat ditanyakan oleh awak media terkait keterlibatan akrtis sekaligus penyanyi Syahrini dalam program promosi iklan First Travel.

"Syahrini hadir, emang waktu itu dibayar berapa?," tanya awak media. Sembari dikawal petugas kepolisian, Andika Surachman menjawab pertanyaan tersebut.

"Kami tidak membayar Syahrini. Syahrini yang membayar kami sesuai harga VIP," jawab Andika.

Seperti diketahui, harga program VIP First Travel saat itu seharga Rp 52 juta ditambah PPn 1 persen.

Saat ditanya lebih lanjut terkait keterlibatan aktris lain dalan promosi First Travel, yakni Vicky Shu, Anniesa menjawab singkat. "Saya tidak tahu (endorse Vicky Shu), itu urusan manajemen," jawa Anniesa.

Usai menjawab pertanyaan singkat awak media, ketiga terdakwa lalu dibawa kedalam ruang tahanan PN Depok.

Perisidangan kali ini akan menghadirkan 5 orang saksi dari 11 yang di jadwalkan sebelumnya.
"Sidang hari masih pemeriksaan saksi dari calon jemaah, ada 5 saksi yang sudah konfirmasi akan hadir di persidangan," kata Jaksa Tiazara Lenggogeni

Saat hadir di persidangan, Andika Surachman terlihat lebih kurus. Sedangkan Anniesa Hasibuan terlihat cantik meski dengan makeup minimalis.

loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.