Hannah Al Rashid dan Tatapan Matanya yang Misterius

Seno Susanto Jumat, 25 Mei 2018 19:30:56

TABLOIDBINTANG.COM - Hannah Al Rashid berkunjung ke kantor tabloidbintang.com, Jakarta Selatan, Jumat (25/05) untuk mempromosikan film Jailangkung 2 yang disutradarai oleh Rizal Mantovani dan Jose Purnomo.

Film Jailangkung yang dibintangi Jefri Nichol, Amanda Rawles, dan Hannah Al Rashid tahun lalu sukses besar.

Film itu mengumpulkan 2,5 juta penonton lebih sekaligus menjadi film Lebaran terlaris. Hannah Al Rashid yang berperan sebagai Angel di Jailangkung puas dengan pencapaian itu.

Namun Hannah AL Rashid mengaku masih banyak hal yang harus diperbaiki dari Jailangkung.

"Setelah beredar tahun lalu, jujur saya salah satu pemain yang kurang sreg dengan kualitas hasil akhirnya. Buat saya sebagai penggemar horor, kurang seram. Karenanya, kami belajar dari kritik-kritik pedas penonton tahun lalu. Kritik itu kami jadikan masukan untuk syuting sekuel agar lebih baik lagi," terang Hannah Al Rashid.

Pengabdi Setan, kata Hannah Al Rashid, telah menciptakan standar baru bagi film horor Indonesia. Film itu menunjukkan bagaimana horor dibuat dengan ilustrasi musik, tata suara, dan cerita yang pas serta pergerakan kamera yang luwes.

Setelah horor jadi tren, banyak produser yang kemudian memproduksi horor dengan kualitas ala kadarnya. Hannah Al Rashid memastikan Jailangkung 2 bukan salah satu dari film-film horor yang kualitasnya ala kadarnya itu.

"Saya termasuk generasi Jelangkung versi 2001. Generasi kami merasa Jailangkung 2017 kurang seram apalagi ada kisah cinta dan baper-baper-nya. Tapi buat generasi Jefri Nichol dan Amanda Rawles, Jailangkung tahun lalu itu cocok bagi mereka. Ada gap generation. Kritik dan masukan menjadi poin untuk perbaikan serta pengembangan kualitas. Saya optimistis Jailangkung 2 jauh lebih baik. Kalian harus menontonnya Lebaran nanti," pungkas Hannah Al Rashid.

loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.