Desainer Lia Afif Pamerkan Koleksi Busana Terbaru Bertajuk Rancakaroros Resitala

Seno Susanto Jumat, 5 April 2019 11:00:00

TABLOIDBINTANG.COM - Desainer perempuan Lia Afif menampilkan koleksi busana terbarunya yang bertajuk Rancakaroros Resitala di panggung Indonesia Fashion Week 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (28/03).

Desain batik yang ditampilkan oleh Lia Afif memiliki corak khas Kalimantan seperti tanaman pakis, desain batik Wakaroros dan burung Enggang yang melegenda.
 

Borneo menjadi tema besar Indonesia Fashion Week 2019. Keindahan Kalimantan Borneo itu dapat ditampilkan melalui warna, budaya, serta kehidupan rakyat Kalimantan.

"Keindahan Kalimantan juga menjadi alasan desainer Lia Afif dalam menciptakan koleksi bertajuk Rancakaroros Resitala," kata Lia.

Dia mengatakan koleksi tersebut sangat erat kaitannya dengan budaya Kalimantan.

Menurutnya nama Rancakaroros Resitala berasal dari nama batik Kalimantan, Wakaroros, yang belum lama ini lahir di tanah Borneo. Kemudian, untuk statment-nya, Lia mengangkat karakter burung Enggang yang sangat melegenda.

"Kalimantan itu ada burung khas yang diberi nama Enggang dan ini yang membuat saya terinspirasi menciptakan koleksi yang ditampilkan di IFW 2019," lanjutnya.

Koleksi yang ditampilkan berjumlah 12 looks yang semuanya didominasi warna hitam sebagai basic-nya. Kemudian, untuk warna lainnya, Lia bermain di warna biru dan oranye.

Detail warna-warna ini bisa dilihat di motif burung Enggang yang ada pada setiap koleksinya. Lalu, untuk siluetnya, Lia lebih condong ke arah A-Line. "Tidak bisa dipungkiri, siluet seperti ini banyak diminati perempuan, ya, salah satunya karena bisa memberi siluet bentuk tubuh lebih singset," tambah ya.

Install App Bion
Intip Foto-foto Ekslusif Artis
Download Aplikasi Android
Google playstore
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.