Tren Perjalanan 2023, 56% Orang Indonesia Berencana Pelesiran ke Luar Negeri 

Indra Kurniawan | 26 September 2023 | 10:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - GrabAds mengungkap peningkatan minat orang Indonesia pelesiran ke luar negeri hingga membuka peluang lebih banyak bagi perusahaan perjalanan dan pariwisata untuk menjangkau wisatawan-wisatawan berikutnya. 

GrabAds, platform periklanan dari Grab, superapp asal Asia Tenggara, baru saja merilis laporan terbaru yaitu SEA Travel Insights 2023. Laporan ini mengungkap minat orang-orang untuk melakukan perjalanan masih tinggi. 

Berdasarkan hasil survei, 72 persen pengguna Grab di Asia Tenggara berencana untuk bepergian ke luar negeri setidaknya sekali dalam 12 bulan mendatang. Di Indonesia, 56 persen pengguna ingin ke luar negeri, dengan 81 persen di antaranya melakukan setidaknya 2 kali perjalanan dalam setahun mendatang.  

Laporan tersebut menyoroti 3 destinasi luar negeri yang paling memikat hati masyarakat Indonesia yaitu Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan. Di samping itu, Singapura, Thailand, dan Malaysia menjadi 3 negara di Asia Tenggara yang paling diminati. 
 
Laporan tersebut juga menyodorkan sejumlah informasi tentang preferensi perjalanan, kebiasaan, dan perilaku traveling para konsumen di seluruh wilayah Asia Tenggara, yang dapat membantu pelaku bisnis untuk lebih baik dalam melakukan kegiatan iklan dan promosi usaha.
 
1. Opsi ‘bebas stres’ jadi prioritas keluarga. 

Di 2023, orang-orang lebih memilih untuk bepergian bersama keluarga. Sekitar 86 persen pengguna di Asia Tenggara merencanakan setidaknya sekali perjalanan bersama keluarga atau kelompok. Di Indonesia, 71 persen lebih suka perjalanan bersama keluarga, 42 persem bersama pasangan, dan 25 persen berencana bepergian bersama teman. 
 
2. Perjalanan bisnis kembali bergairah  

Pelaku perjalanan bisnis menjadi bagian penting dalam survei ini. Sekitar 40 persen orang Asia Tenggara yang berencana bepergian berencana melakukan rata-rata 4 perjalanan bisnis dalam 12 bulan mendatang. Bagi mereka, dekat dengan transportasi umum dan restoran (57%) serta lingkungan yang aman (46%) menjadi prioritas saat memesan kamar. 
 
3. Para traveler ingin menghindari ketidakpastian   

Setelah dua tahun terdampak pandemi, para traveler cenderung merencanakan perjalanan mereka dengan matang. Laporan ini menunjukkan bahwa 64 persen responden di Asia Tenggara mulai merencanakan agenda perjalanan setidaknya satu bulan sebelumnya untuk perjalanan jarak jauh (6 hingga 16 jam). Sekitar 52 persen orang Indonesia mengatakan anggaran mereka sudah ditetapkan beberapa minggu sebelum mereka ke luar negeri.  
 
4. Brand sebaiknya tidak melewatkan peluang untuk membuat program loyalitas.  

56 persen orang Indonesia berencana pelesiran ke luar negeri. (Dok.Istimewa)

Dikutip dari 2023 customer intelligence report, 9 dari 10 konsumen Asia Tenggara lebih suka berbelanja jika brand menawarkan program loyalitas. Namun, 78 persen dari penduduk Asia Tenggara belum terdaftar dalam program loyalitas hotel mana pun. Ini kesempatan besar untuk mengedukasi calon traveler tentang program loyalitas hotel dan manfaat terkait, mungkin melalui strategi gamifikasi atau kampanye reward dengan daya tarik yang luas dan mekanisme penukaran yang mudah.

Data GrabAds menunjukkan lonjakan besar hingga 84 persen dalam minat bepergian internasional dibandingkan tahun sebelumnya. Melihat tingginya minat wisatawan, platform seperti GrabAds dapat membantu pelaku bisnis perjalanan tetap unggul dengan menghubungkan brand dengan data internal Grab yang luas.

“Melalui data hyperlocal yang didapat dari dari jutaan konsumen Grab dan termasuk di dalamnya data pelancong di Asia Tenggara, brand dan pengiklan dapat membangun hubungan yang mendalam dan jangka panjang dengan konsumen, mulai dari tahap pertimbangan, perencanaan, pemesanan, hingga akhirnya melakukan perjalanan," ungkap Melinda Savitri, Country Marketing Head Grab Indonesia.    

“Hal ini bisa dimulai dengan pendekatan sederhana seperti menjaga komunikasi sepanjang tahun dengan konsumen atau memanfaatkan saluran online ke offline untuk mempromosikan penawaran wisata terbaru,” lanjutnya.

Penulis : Indra Kurniawan
Editor: Indra Kurniawan
Berita Terkait