Tunaikan Janji, Ria Irawan Jadi Hypnotherapist

Altov Johar Rabu, 27 Maret 2019 19:00:38
Ria Irawan (Altov / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Empat tahun terakhir Ria Irawan berjuang melawan kanker getah bening yang diidapnya. Selama itu juga ia mengurangi aktifitasnya di dunia akting. Beryukur kini Ria mengaku sudah sembuh dari penyakit yang menggerogoti tubuhnya itu.

Atas nikmat sembuh yang dikaruniai Tuhan, Ria Irawan ingin mengabdikan hidupnya agar bermanfaat buat orang lain. Dia pun tak segan memberikan semangat kepada pasien yang tengah berjuang melawan kanker.

"Saya berjanji memohon kepada allah jika saya diberikan kesempatan hidup lagi saya ingin bermanfaat untuk banyak orang. Jadi kemarin sedang kemoterapi atau sedang radiasi, kalau sedang lagi ada acara di RSCM, kalau ada pasien yang perlu dukungan semangat, ya saya pergi kesana," ujar Ria Irawan di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (27/3).

Ria Irawan (Altov / tabloidbintang.com)
Ria Irawan (Altov / tabloidbintang.com)

"Karena waktu luang dan orang-orang belum percaya saya kerja, shooting, atau produksi film, saya ingin berbuat baik kepada orang lain. Karena sudah berjanji sih," sambungnya.

Oleh karena itu Ria berjuang mendapatkan lisensi hypnotherapy, guna melancarkan niat baiknya membantu penderita kanker. Dengan segala upaya dan doa, akhirnya dia berhasil memiliki gelar hypnotherapist.

"Akhirnya saya ambil sertifikat hypnotherapy. Jadi sekarang saya sudah punya tittle sebagai hypnotherapist dan Neuro Linguistic Programming (NLP). Jadi saya bisa menghypno orang supaya orang bisa melakukan self healing dengan mengajak ngobrol tubuhnya, supaya kankernya tidur," ungkap Ria Irawan.

(tov / ray)

Penulis Altov Johar
Editor Panditio Rayendra
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.