Berencana Menikah? Kenali 4 Bahan Cincin Kawin untuk Pasangan Anda

Panditio Rayendra | 29 Juni 2019 | 20:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Berencana menikah dalam waktu dekat? Selain konsep, tempat, makanan, dan jumlah undangan, cincin kawin salah satu item yang layak diindahkan jauh-jauh hari. Belakangan, mau menikah dengan tradisi budaya apa pun, cincin kawin tetap ada dan dikenakan pasangan pengantin.

Hal ini terungkap dalam gelar wicara Gebyar Pernikahan Indonesia ke-11 di Jakarta Selatan belum lama ini. Salah satu narasumber yang hadir, Heni Regar, perwakilan dari V & CO Jewellery, menjelaskan tren cincin kawin di Indonesia beberapa tahun terakhir.

Untuk tren cincin kawin di Indonesia yang mayoritas muslim, selama bertahun-tahun bahan emas lebih banyak dilirik. “Namun tiga tahun lalu bahan paladium mulai diminati. Sekarang kami mulai perkenalkan bahan platina. Sekitar 800 dari 1000 desain cincin yang ada bisa dibuat dari bahan platina. Platina dibandingkan emas itu satu banding seribu. Harganya bisa dua sampai tiga kali lipat dari harga emas. Secara kualitas memang di atas rata-rata,” beri tahu Heni kepada tabloidbintang.com.

Heni mengingatkan para calon pengantin bahwa emas dan paladium bukan pilihan mutlak. Cincin kawin pada hakikatnya ada empat bahan yakni paladium, platina, perak, dan emas. Perak, kata Heni, kurang direkomendasikan dan kurang diminati publik karena kesannya “kurang abadi.” “Sementara emas sendiri sebenarnya ada tiga pilihan yakni emas putih, merah, dan kuning. Jadi jangan hanya terpaku pada emas kuning. Perhatikan karakter Anda sendiri dan pasangan,” Heni mengingatkan.

Terkait konsep, pernikahan berbasis adat tetap diminati. Tahun ini, Gebyar Pernikahan Indonesia merekomendasikan budaya Betawi. Betawi merupakan perpaduan Arab dan Tiongkok.

Untuk mempelai perempuan mengenakan kerah Shanghai, rok dengan motif naga atau burung hong yang dipercaya sebagai burung tercantik di Tiongkok. Riasan rambut menggunakan tusuk bunga atau tusuk menyerupai paku serta mahkota dan cadar. 

“Untuk laki-laki berkiblat pada budaya Arab yakni gamis berbahan beludru. Bahan jubah dan gamis boleh berubah menjadi bahan sutra sesuai keinginan pengantin zaman sekarang, karena beludru biasanya panas dan gerah. Untuk riasannya putih kemerahan,” imbuh Managing Director Parakrama Organizer, Tommy Yoewono. Gebyar Pernikahan Indonesia sendiri digelar di Kartika Expo, Balai Kartini Jakarta, 28-30 Juni 2019 dari jam 10 pagi sampai 9 malam.

Penulis : Panditio Rayendra
Editor: Panditio Rayendra
Berita Terkait