Peringati Hari Sumpah Pemuda, Ratusan Pemuda Buddhis Bersatu untuk Indonesia Maju

Romauli Selasa, 29 Oktober 2019 06:40:13
Sebagian peserta Kemah Pemuda Buddhis 2019.

TABLOIDBINTANG.COM - Sebanyak 200 Pemuda Buddhis dari organisasi tingkat pusat hadir mengikuti Kemah Pemuda Buddhis dalam rangka menyambut Hari Sumpah pemuda 2019.

Kemah yang diadakan dari tanggal 26-27 Oktober 2019 ini mengusung tema “Untukmu Indonesiaku” yang dilaksanakan di Vihara Bhakti Pramuka, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta Timur.

Turut hadir pejabat Direktorat Bimas Buddha kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini dimotori oleh Pengurus Pusat dari berbagai Organisasi Kepemudaan Buddhis tingkat Pusat.

Organisasi kepemudaan tersebut adalah Gemabudhi (Generasi Muda Buddhis Indonesia), HikmahBudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia), Pemuda Lintas Majelis yakni PATRIA, SEKBER PMVBI, Pemuda Tridharma, Persadabumi, Buddhis Muda Indonesia (BUMI), Institut Nagarjuna, serta Mahasiswa STAB(Sekolah Tinggi Agama Buddha)  dan Keluarga Mahasiswa Buddhis yang ada di Jabodetabek.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah pemuda harus bersatu tanpa melihat latar belakang. Bersatu untuk memajukan negara Indonesia, menjaga NKRI,” ujar Arief Harsono, Ketua Umum Permabudhi.

Ia menambahkan, pemuda dapat meningkatkan sinergitas kebersamaan generasi muda buddhis dalam membangun dan mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia serta mengembangkan sikap dan perilaku kebangsaan, bela negara dan cinta tanah air Indonesia.

Rangkaian kegiatan didalam kemah ini dimulai dengan dialog kepemudaan, community building, Motivasi, out bound dan ditutup dengan Deklarasi Kebangsaan Pemuda Buddhis Indonesia.

Penulis Romauli
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.