Geliat Industri Mainan Anak di Tengah Perkembangan Gawai

Binsar Hutapea Rabu, 13 Januari 2021 16:15:23
PT Acosta Super Food mulai berinovasi mengembangkan mainan edukasi anak dari bahan dasar daur ulang dengan melihat tren pasar. (Istimewa)

TABLOIDBINTANG.COM - Di tengah perkembangan gawai yang kian pesat, Acosta sebagai produsen jual mainan anak-anak tetap berupaya untuk memberikan produk terbaik bagi anak-anak Indonesia.

Selain bersifat menghibur, mainan anak juga diharapkan berfungsi sebagai sarana edukasi. Hal ini bertujuan agar anak-anak Indonesia tidak tumbuh bersama gawai, namun
bisa belajar bersosialisasi, kaya imajinasi, dan kreatif bersama teman-teman sebaya.

Direktur Utama PT Acosta Super Food, Junirman Jaqin mengatakan, "Sebagai salah satu produsen mainan di Indonesia, kami selalu berinovasi agar mainan kami tetap mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia." 

Sejalan dengan visi perusahaan, PT Acosta Super Food selalu membuat mainan edukatif dan Fun-doh merupakan produk pertama dengan model plastisin. Berbeda dengan plastisin yang biasa, Fun-Doh menggunakan bahan-bahan makanan sehingga alami dan aman untuk dimainkan. Jadi, para orang tua tidak perlu khawatir jika kulit anak-anak mereka terkena iritasi.

“Sebelum internet berkembang seperti sekarang, saya sudah bisa melihat jika dunia anak Indonesia membutuhkan mainan yang kreatif, namun juga tidak berbahaya untuk anak-
anak. Makanya saya mencoba untuk membuat mainan plastisin dari bahan yang aman, yakni tepung terigu, garam, serta pengembang di tahun 2005,” ujar Jurnirman saat
dihubungi melalui telepon (12/3).

Setelah itu, PT Acosta Super Food mulai berinovasi mengembangkan mainan edukasi anak dari bahan dasar daur ulang dengan melihat tren pasar.

“Misalnya, saat ini yang sedang populer adalah mainan role play (bermain peran). Untuk anak laki-laki, mayoritas tertarik dengan permainan profesi. Mereka bisa jadi dokter, pilot,
guru, bahkan koki. Sementara untuk anak perempuan biasanya lebih tertarik dengan simulasi berjualan di pasar, supermarket atau bekerja di salon,” tambahnya.

Agar produk PT Acosta Super Food tidak kalah saing dengan game online, Junirman berpendapat jika inovasi dan evaluasi produk merupakan kunci utama. Mulai dari kualitas
sampai packaging, semuanya selalu diperbaiki menjadi lebih baik setiap beberapa bulan sekali.

“Kalau dulu, tren mainan bisa sampai 1-2 tahun. Tapi kalau sekarang, 3 bulan saja kita sudah harus memutar otak lagi bagaimana agar produk kami tetap diminati,” tuturnya.
Junirman tidak memungkiri jika game online juga bisa menjadi sarana edukasi bagi anak. Namun dia tetap berpesan kepada para orang tua dan guru, untuk memperhatikan mainan anak-anak mereka. Sebisa mungkin, mereka terlibat dalam pemilihan mainan tersebut dan memahami bagaimana cara bermainnya.

Oleh sebab itu, ketika sebelum pandemi Covid-19, PT Acosta Super Food selalu memberikan workshop di sekolah-sekolah tentang mainan anak. Banyak guru-guru TK yang juga diajari cara membuat berbagai macam bentuk benda atau hewan dari Fun-doh. “Mainan anak itu tidak perlu mahal, yang penting baik dan bermanfaat untuk tumbuh kembang mereka. Banyak sekali permainan menyenangkan yang tanpa anak-anak tersebut sadari, itu adalah proses belajar,” pungkasnya.

Penulis Binsar Hutapea
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.