4 Cara Mengendalikan Nafsu Seksual Saat Berpuasa

Vallesca Souisa Selasa, 13 April 2021 08:00:00
Menahan nafsu seksuan kadang lebih sulit

TABLOIDBINTANG.COM - Di bulan Ramadhan, kita diwajibkan menahan lapar dan haus sehari penuh. Tidak hanya itu saja, kita juga harus mengontrol  hawa nafsu lainnya, salah satunya hasrat seksual.
Bagi sebagian pasangan, terutama pengantin baru, menahan nafsu seksual bisa jadi lebih sulit dari  menahan rasa lapar. Adakah cara mengendalikan nafsu seksual selama Ramadhan?

Sebuah survei yang dilakukan di Universitas Northwestern, AS menyebutkan bahwa pria dewasa rata-rata berpikir tentang seks sebanyak 19 kali per hari sedangkan wanita sebanyak 10 kali dalam sehari. Ini berarti ketika berpuasa Anda diharuskan untuk menepis dan menghilangkan pemikiran tersebut berkali-kali. Agar ibadah puasa tidak terganggu oleh nafsu seksual, Anda bisa mencoba beberapa kiat berikut ini. 

Memilah apa yang sepatutnya dilihat dan tidak.

Leon F. Seltzer, Ph.D, seorang psikolog sekaligus penulis “Paradoxical Strategies in Psychotherapy” menjelaskan bahwa lelaki umumnya sangat peka terhadap rangsangan visual.“Segera setelah mereka (laki-laki) melihat rangsangan secara visual, bagian otak yang berhubungan dengan hasrat atau dorongan seksual akan bereaksi,” ujar Leon.
Maka dari itu  usahakanlah sebisa mungkin  untuk  tidak melihat hal-hal yang bisa merangsang nafsu seksual Anda. Misalnya, tidak membuka situs porno atau memandangi lawan jenis terlalu lama.

Rangsangan visual yang  memicu nafsu birahi kaum lelaki, rupanya  tidak berpengaruh pada wanita. Leon menerangkan,  wanita biasanya lebih terpengaruh oleh dramatisasi film atau novel yang mereka baca. “Sehingga terkadang mereka akan berkhayal  menjadi tokoh di dalam film atau drama romantis tersebut. Imajinasi seperti ini justru dapat mengaktifkan hasrat seksual wanita,” terang Leon.

Menurut Nayaswami Diksha, direktur dari pusat penyembuhan, meditasi dan yoga Ananda di Amerika Serikat, cara terbaik untuk mengatasi pikiran kotor adalah dengan mengalihkannya ke hal-hal yang positif. “Misalnya dengan mengingat dan menyebut nama Tuhan  berulang kali,” terangnya. Jika pikiran kotor sudah terlanjur melintas di kepala Anda, segera alihkan atau buyarkan angan itu, misalnya  dengan cara mengingat daftar pekerjaan yang menumpuk di pojok meja.

Lakukan olahraga ringan
Saat terangsang, sebagian besar porsi  darah langsung mengalir dari jantung  menuju organ intim Anda. Dengan berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, jantung memompa darah secara merata ke bagian tubuh lainnya, seperti tangan dan kaki. Tidak terfokus pada organ intim.  
“Cobalah olahraga ringan, seperti yoga misalnya. Ini akan membuat energi Anda  terbagi ke bagian tubuh lain dan  mengurangi hasrat seksual Anda,” terang  Nayaswami.
Jika tidak sempat berolahraga atau kurang suka berolahraga,  maka lakukanlah kegiatan lainnya seperti membersihkan rumah atau bermain musik.

Atur pernapasan
Teknik pernapasan sederhana juga dapat membantu mengalihkan pikiran Anda dari nafsu seksual. Nayaswami menerangkan bahwa pada saat seseorang menarik napas dalam-dalam, secara langsung akan mengangkat energi dari tubuh bagian bawah ke tubuh bagian atas yakni kepala.
“Sembari mengatur pernapasan Anda, cobalah untuk mengalihkan pikiran ke hal lain yang lebih positif dan menggembirakan,” tambahnya.

Tingkatkan spiritual
Bulan Ramadan adalah ajang untuk mendekatkan diri kepada sang Pencipta juga memperbaiki diri. Nah, dari pada sibuk mengkhayal yang tidak-tidak lebih baik melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan kecintaan Anda kepada Tuhan seperti menghadiri pengajian, bertadarus, atau melakukan kegiatan amal.
Dijamin pikiran negatif tidak akan mendekati Anda.


Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.