Hati-hati! Kue Lebaran Juga Dapat Memicu Stroke

AURA Senin, 10 Mei 2021 19:00:16
ilustrasi

TABLOIDBINTANG.COM - Konsumsi kue Lebaran yang tidak terkendali bisa meningkatkan faktor pemicu strok ringan, meskipun tidak selalu terjadi.

Selain hidangan yang mengandung santan dan lemak, kue yang terbuat dari tepung, gula, dan produk olahan susu juga perlu diwaspadai. 

Dokter ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta, dr. Marya Haryono, Mgizi, SpGk. menjelaskan bahwa faktor kondisi kesehatan seseorang turut memengaruhi munculnya gejala stroke ringan. 

“Pemicunya sebenarnya sudah ada dalam tubuh seseorang (biasanya tidak diketahui sebelumnya), kemudian dipicu oleh asupan makanan yang tidak terkendali ditambah kondisi fisik yang kurang sehat seperti kurang istirahat. Karenanya, periksakan segera sebagai antisipasi. Jika merasa dalam kondisi sehat, tetaplah menjaga kondisi tubuh Anda. Jika ada risiko (terserang stroke), Anda perlu disiplin dalam pengaturan makan dan (mungkin) perlu obat. Kalau tidak sempat periksa, sebaiknya jaga prinsip makan sehat,” Marya memperingatkan. 

Pemeriksaan kesehatan jangan hanya dijadikan agenda setelah Lebaran atau liburan. Namun perlu dilakukan secara berkala.

“Sebelum Lebaran atau libur panjang pun tetap periksakan kondisi kesehatan Anda sebagai langkah antisipasi. Hasilnya dapat digunakan sebagai pembanding dengan kondisi kesehatan Anda setelah Lebaran,” jelas Marya. 

Berolahraga teratur sebanyak 3 sampai 5 kali seminggu dengan durasi 30 hingga 45 menit adalah cara ideal menjaga kesehatan.

“Tapi, jika kondisi kesehatan Anda mengalami masalah serius dan butuh obat, ikuti saran dokter. Ia akan memberi terapi sesuai indikasi,” pungkasnya.


Penulis AURA
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.