3 Jenis Makanan yang Bikin Perut Terasa Makin Enggak Karuan Saat Menstruasi

Wida Kriswanti Selasa, 18 Mei 2021 17:00:29
Ilustrasi (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Persoalan datang bulan bagi wanita tak sesederhana keharusan mengganti pembalut secara berkala. Ada yang emosinya menjadi tidak stabil. Ada yang merasakan nyeri luar biasa di sekujur tubuh. Paling ringan, merasa begah pada bagian perut. 

Selain memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi obat khusus, gangguan saat menstruasi bisa diminimalkan dengan cara lain yang cukup mudah. Yakni, mengontrol asupan makanan. Hasilnya, masa menstruasi yang tetap berenergi dan lebih sedikit begah.

Dilansir dari Pure Wow, setidaknya ada 3 jenis makanan yang harus dihindari saat periode menstruasi. Apa saja itu?

1. Makanan manis 

Makanan manis seperti cokelat, kue-kue, dan es krim, makanan yang biasa diidam-idamkan saat mens, justru berisiko membuat tubuh makin terasa enggak enak. Kandungan gula tinggi membuat tubuh makin mudah lelah. Pokoknya lemas luar biasa, deh. Malas kemana-kemana, malas beraktivitas. Jika masih kepengin makanan manis, pilih yang lebih alami seperti teh madu atau buah potongan.

2. Makanan asin 

Duh, ngemil keripik kentang enak banget ya saat mens. Tapi sama seperti mengonsumsi camilan manis, ternyata ini pun salah. Mengonsumsi makanan asin tidak bikin hati lebih happy. Yang didapat justru kondisi tubuh yang makin tidak karuan, begah, kembung, dan bengkak. 

3. Makanan berserat tinggi

Buah-buahan dan sayuran sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi saat menstruasi. Tapi hindari buah dan sayuran yang tinggi serat, seperti terdapat pada bayam, brokoli, asparagus, buah bit, dan lain-lain. Ini hanya akan membuat perut terasa lebih mulas dan tidak tertahankan. Jadi, jangan ya.


Penulis Wida Kriswanti
Editor Suyanto Soemohardjo
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.