Sebelum Operasi Plastik, Pertimbangkan 3  Hal Ini Matang-Matang

Vallesca Souisa Senin, 21 Juni 2021 23:59:59
Pertimbangkan masak-masak sebelum melakukan bedah kosmetik

TABLOIDBINTANG.COM - Tak hanya seleb, orang awam pun akhir-akhir ini kian tergoda melakukan operasi plastik demi menyempurnakan bentuk wajah atau bagian tubuh. Boleh-boleh saja. Tapi perlu dipertimbangkan bagaimana mendapatkan operasi plastik yang tepat dan aman? Karena sekali salah penanganan, berakibat fatal seumur hidup. Dokter bedah plastik Korea sekaligus pendiri VIP Plastic Surgery Korea, Dr. Myung Ju Lee memaparkan 3 poin yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan bedah plastik. 

1. Tidak bisa ditangani oleh dokter kecantikan

Lee menegaskan, meski judulnya prosedur kecantikan, operasi ini hanya bisa dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik. Tidak bisa dilakukan dokter kecantikan. “Anda harus meriset dokter yang tepat dan bersertifikasi spesialis bedah plastik. Ini tidak bisa dilakukan dokter kecantikan biasa di sembarang klinik kecantikan yang Anda temukan,” terang Lee yang pernah menangani beberapa seleb Korea. 
    Selain sangat berisiko, bukan kompetensi dokter kecantikan menjalankan prosedur bedah plastik. Dokter kecantikan  umumnya mengikuti pelatihan atau kursus estetika singkat untuk meningkatkan keindahan penampilan seseorang tanpa melibatkan pembedahan. Sementara dokter spesialis bedah menempuh jenjang pendidikan lebih lama. Cakupan materi yang dikuasai pun lebih lebih luas, dari estetika sampai rekonstruksi tubuh. Termasuk menguasai teknik membentuk bagian  tubuh yang kurang sempurna menjadi sempurna atau yang sudah sempurna menjadi super sempurna.
     “Operasi plastik hanya akan aman bila ditangani ahlinya. Enggak bisa asal-asalan. Pada setiap tindakan, selalu ada prosedur before and after. Jangan mudah percaya juga dengan dokter yang mengaku lulusan luar negeri lalu berpraktik di sini, Anda tetap harus meriset,” Tompi menambahkan.  
    Riset ini berguna hingga pascaoperasi. Pernah mendengar, operasi plastik bisa bikin kecanduan? “Sebenarnya yang bikin candu bukan operasi plastiknya, melainkan jiwa pasiennya. Merasa kurang puas di bagian yang ini dan itu. Padahal sebenarnya sudah cukup. Dibutuhkan dokter yang tepat dan berani menghentikan keinginan pasien yang berlebihan itu.”

2. Pertimbangkan bahan atau materi yang digunakan 

Anda perlu bersikap kritis juga, khususnya mengenai bahan atau materi yang digunakan untuk operasi plastik. Seperti pada implan payudara, misalnya, harus mempertimbangkan jenis silikon yang dipakai. Sebab tidak semua jenis silikon cocok dan bisa diterima tubuh kita. Saat tidak cocok, bisa terjadi komplikasi dan berakibat buruk. Untuk menyempurnakan area tertentu pada wajah atau tubuh menurut Lee amannya menggunakan jaringan tubuh kita sendiri. Peluang kecocokannya lebih besar dan risikonya lebih kecil.   

3. Minim bekas luka

Operasi plastik yang baik umumnya tidak meninggalkan bekas luka yang nyata dan banyak. Dengan teknik tepat, bekas goresan pisau bedah bisa diminimalkan. “Luka pascaoperasi plastik bisa sangat mengerikan bila operasinya tidak dilakukan dengan benar. Bisa juga mengakibatkan infeksi parah sampai jaringan mati, berakhir dengan hasil operasi tidak natural,” terang Lee. 
    Karena itu sebelum operasi pasien perlu bersabar dan berkonsultasi berulang-ulang, termasuk menempuh perancangan dan pengukuran yang tepat pada bagian yang akan dioperasi, sehingga minim luka. Yang perlu digarisbawahi, masa pemulihan setiap orang berbeda-beda. Ada yang cepat pulih dan ada yang membutuhkan waktu lama. 
    Anda bisa mencari testimoni atau rekomendasi dari rekan atau teman tepercaya untuk mendapatkan tindakan operasi yang minim bekas luka. Selain itu telusuri foto before-after pasien-pasien dari dokter pilihan pada sesi konsultasi.  Selain minim bekas luka, hasil operasi yang baik terlihat natural. 


 


Penulis Vallesca Souisa
Editor Vallesca Souisa
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.