Jangan Katakan Ini Kepada Seseorang yang Sedang Banyak Masalah, Nanti Dia Malah Makin Stres!

Wida Kriswanti Senin, 30 Agustus 2021 01:00:23
. Salah-salah, seseorang yang dikomentari seperti itu malah betulan jadi stres. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG.COM - Mungkin Anda pernah melihat status media sosial seorang kenalan atau juga kerabat sendiri, yang penuh nuansa kemarahan, kegalauan, atau kekusutan pikiran. Sekilas membacanya saja Anda langsung tahu kalau orang itu sedang punya banyak masalah. Dengan tujuan ingin memberikan dukungan atau semangat, Anda cepat-cepat mengomentari atau merespons status tersebut dengan kalimat, Sudah, enggak apa-apa, jangan dibawa stres."

Tahukah Anda? Kalimat atau perkataan yang tujuannya baik ini ternyata tidak memberi dampak positif seperti yang diharapkan. Salah-salah, seseorang yang dikomentari seperti itu malah betulan jadi stres. Percayalah, bukan respons semacam itu yang dibutuhkan seseorang yang sedang dalam kecemasan tinggi.

Dilansir dari Pure Wow, terdapat 6 cara lain dalam memberikan dukungan yang dianjurkan para ahli. Anda bisa mempraktikkannya jika Anda memang benar-benar peduli dan ingin berkontribusi terhadap kesembuhan seseorang yang sedang dilanda kecemasan.

1. Biarkan mereka curhat, lalu ulangi setiap perkataan mereka 

Alih-alih berusaha mengoreksi atau meluruskan emosi negatif yang dirasakan, akan lebih baik jika Anda merespons curhatannya dengan mengiyakan saja segala perkataannya. Kalau orang itu sedang kesal karena anaknya malas sekolah, responslah dengan mengatakan, "Iya ih, pasti kesal banget kalau anak malas sekolah." Seperti itu. Janganlah sekonyong-konyong melompati pagar dan memberi nasihat. Dengan cara ini Anda jadi terlihat memperhatikan ucapannya, berusaha memahami kecemasannya, dan ini sangat berarti bagi mereka. 

(Depositphotos)
(Depositphotos)

2. Ajukan pertanyaan untuk lebih bisa memahami perasaan mereka

Perlu diingat, pertanyaan yang diajukan bukan dengan tujuan memberi perintah atau membuat malu. Ketimbang berkata, "Kok, kamu bisa mikir ke situ, sih?" lebih baik ajukan pertanyaan seperti, "Lagi sedih banget ya? Memang apa yang sedang terjadi?"

3. Tanyakan apa yang bisa membuat mereka merasa lebih baik

Anda bukan peramal, bukan pembaca pikiran. Daripada menebak-nebak seperti, "Yuk, ngopi-ngopi. Nanti lebih fresh deh." Akan lebih baik kalau Anda menanyakannya langsung apa yang sedang mereka benar-benar inginkan. Misalnya, mungkin dia berharap ada yang mau mengasuh anak-anaknya sebentar. Karena mungkin dia sedang dikejar tenggat waktu pekerjaannya. Cemasnya pasti langsung hilang karena solusinya pun jelas. 

4. Jangan mencoba menyelesaikan masalahnya 

Memberi dukungan bukan berarti Anda mengambil alih atau menyediakan diri untuk menyelesaikan masalah. Lambat laun ini malah akan membuat mereka semakin ketergantungan. Bukan tidak mungkin akan selalu meluapkan segala masalahnya dengan harapan "diselesaikan" oleh Anda. Duh, jangan sampai gantian Anda yang stres. 

5. Cek perkembangan

Satu kali kecemasan mulai terasa reda, Anda perlu mengecek perkembangannya. Karena ada beberapa sumber masalah yang datangnya berulang. Dengan melakukan pengecekan dan memastikan semua berjalan terkendali dan dengan kontrol yang lebih matang, diharapkan sumber masalah tidak datang berulang. 

6. Hindari hal-hal klise 

Walau Anda betulan memahami masalah yang dihadapi teman atau kerabat, tidak perlu berusaha terlalu keras untuk merasa senasib atau merasakan hal yang sama. Tidak perlu. Karena tidak akan terdengar tulus. Cukuplah sampaikan kalimat menenangkan seperti, "Aku ikut sedih mendengar kabar tersebut." Cukup.


Penulis Wida Kriswanti
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore