Studi Sebut Risiko Malnutrisi Pasien Rawat Inap di Indonesia Sedang Hingga Tinggi

tabloidbintang.com | 25 Mei 2022 | 22:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Studi bertajuk A multinational observational study of clinical nutrition practice in patients undergoing major gastrointestinal surgery: The Nutrition Insights Day yang dipublikasikan di jagat maya pada Desember 2020 menguak sejumlah data menarik. Ia meneliti malnutrisi pada pasien rawat inap yang dilakukan di 7 negara yakni Indonesia, Korea Selatan, India, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Thailand. Hasilnya, di Indonesia risiko malnutrisi sedang hingga tinggi terjadi pada 76 persen pasien. Artinya, 3 dari 4 pasien bedah berpotensi mengalami malnutrisi dalam kondisi sedang hingga tinggi. Perbaikan nutrisi pada pasien perlu menjadi perhatian.

Narasumber dari Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia (IKABDI), Dr. Nurhayat Usman, SpB-KBD, FINACS, menjelaskan, malnutrisi adalah kondisi yang merujuk pada kekurangan gizi seperti protein, karbohidrat, mineral atau zat mikronutrisi. Ini dipicu berbagai faktor salah satunya, kondisi medis pasien. Pemenuhan gizi penting untuk mencegah malnutrisi, terutama pada pasien rawat inap di rumah sakit. Dukungan nutrisi diperlukan guna mencegah komplikasi dan pemulihan kesehatan secara menyeluruh.

Dalam riset prevalensi malnutrisi pertama di Asia, Indonesia menjadi bagian riset bersama dengan 6 negara lainnya. Hasil penelitian menyebut 54 persen pasien berisiko malnutrisi sedang hingga tinggi. “Dapat disimpulkan bahwa di Asia angka kejadian pada pasien yang malnutrisi sebelum melakukan operasi atau pasien yang berisiko malnutrisi, cukup tinggi. Perbaikan gizi penting untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan pasien,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Direktur PT Fresenius Kabi Indonesia, Herlina Harjono, mengatakan, Fresenius Kabi berkomitmen menyediakan obat-obatan dan teknologi esensial kepada pihak-pihak yang menolong pasien rawat inap dalam menghadapi masalah termasuk malnutrisi lewat solusi nutrisi enteral dan parenteral. “Karenanya kami berkolaborasi dengan IKABDI untuk memberi edukasi soal pemberian nutrisi optimal bagi pasien agar kejadian malnutrisi bisa dihindari. Diharapkan bisa mencegah dampak negatif malnutrisi,” ujar Herlina.

Penulis : tabloidbintang.com
Editor: tabloidbintang.com
Berita Terkait