Desainer Laely Indah Lestari Bawa Tenun Sumba ke Paris

Redaksi | 28 September 2022 | 06:30 WIB

Baru-baru ini, fashion desainer Laely Indah Lestari menampilkan tenun sumba dalam koleksi terbarunya di Paris. Fashion show ini ditujukan untuk menampilkan koleksi busana dari berbagai desainer berbakat Indonesia dengan keunikan dan ciri khasnya masing-masing.

Rangkaian kegiatan ini bermula dari pelabuhan Debilly, menyusuri Sungai Seine dengan berkeliling kota Paris, yang kemudian dilanjutkan dengan fashion show, business matching dan pop up store yang dihadiri oleh buyers dan media Internasional di La Galerie Bourbon Paris.

Lewat brand LAELYIND, Laely menghadirkan fashion wastra dari tenun Sumba di acara Front Row Paris 2022 yang diselenggarakan Indonesian Fashion Chamber dan KBRI Paris. Brand ini mengusung tema “Heaven Wind From East Indonesia”, dimana ia terinspirasi dari perjalanannya berkeliling Indonesia untuk mengenalkan budaya Indonesia.

Dalam sebuah perjalanan budaya, Laely menemukan banyak kain wastra  yang bercerita tentang keindahan Indonesia dan salah satunya dituangkan dalam karya perdananya ini di Paris dan sukses menarik perhatian publik mancanegara.

Perhelatan fashion show membuat brand ini menemukan pasar yang terbuka lebar di kancah internasional. “Melalui koleksi ready to wearnya, brand kami mempunyai banyak peminat di pasar Eropa dan ada beberapa buyer dari Eropa yang melakukan pre order demi memiliki koleksi fashion ini,” ujar Laely Indah Lestari, fashion desainer dari LAELYIND.

Laely sendiri memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap budaya Indonesia terutama pada kain wastra. Menurutnya, Indonesia memiliki sejuta pesona yang belum diketahui oleh banyak orang. Dalam platformnya di kanal Instagram dan youtube miliknya, ia secara konsisten memperkenalkan ragam kain wastra yang kemudian ia design dengan tetap mengikuti trend global.

“Tenun Sumba memiliki pesona dan kekhasan yang luar biasa, terlebih lagi ketika ditampilkan dengan sangat modern dan elegan tanpa menghilangkan aspek nilai budayanya di dalam selembar kain tersebut.  Selain karena dibuat dengan proses yang tidak instan, yang terpenting setiap gambar yang ada, memiliki makna sendiri,” ungkapnya.

Pada acara fashion show ini, ia menampilkan 5 koleksi busana berbahan dasar kain tenun Sumba yang dipadu padankan dengan aksesoris etnik seperti beberapa manik-manik dan bordir pada tangan dan leher sebagai aksen agar lebih terlihat stylish.

Untuk warna, menggunakan warna earth tone yang memberi kesan nyaman dan hangat. “Saya mencoba mendesain tenun Sumba untuk bisa tetap terlihat lux dan elegan dengan tetap memperhatikan nilai kearifan lokal serta kualitas,” tutup Laely.
 

Penulis : Redaksi
Editor: Redaksi
Berita Terkait