Kembalikan Pola Tidur yang Berantakan dengan Cara Ini

Widya Laras Selasa, 21 Pebruari 2017 16:50:00
Pola tidur yang rusak masih bisa diperbaiki

TABLOIDBINTANG.COM - enghabiskan waktu di alam berpengaruh besar pada kesehatan kita, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga mengurangi stres. Penelitian terbaru menunjukkan berkemah juga bisa memperbaiki jam tidur kita. Caranya dengan mengubah jam internal kita ke jam tidur alami. Studi yang dipublikasikan pada jurnal Current Biology ini memberikan bukti tambahan mengapa kegiatan di alam bisa membantu tidur kita menjadi lebih nyenyak.

Kenneth Wright, peneliti di University of Colorado Boulder memulai penelitian tentang berkemah ini sejak 2013 lalu. Pada saat itu, ia mengirim beberapa partisipan untuk liburan dan berkemah di gunung agar bisa memahami bagaimana jam tidur mereka berubah ketika tidak terpapar elektronik.

Sebelum dan sesudah liburan, Kenneth mengukur jumlah hormon melatonin (yang berfungsi mengingatkan tubuh ketika waktu tidur akan datang) pada tubuh partisipan. Ia menemukan fakta bahwa jam tidur mereka tertunda dua jam saat mengikuti gaya hidup modern, namun bisa mengembalikannya lagi seperti semula ketika berada di alam.

“Dengan hal tersebut dapat dikatakan bahwa jam internal kita bisa berubah,” kata Kenneth. Tentu saja hal ini berpengaruh baik bagi kesehatan. Sebab, diketahui bahwa kekurangan jam tidur dapat mengganggu mood dan menyebabkan kelebihan berat badan, seperti dilansir Time. 

Ada cara lain mengembalikan jam tidur kita selain berkemah. Di antaranya, mengurangi paparan cahaya elektronik dan mematikan lampu ketika ingin tidur.

Kenneth sendiri mengatur jam internalnya dengan cara berjalan kaki di pagi hari. Lalu, ia membiasakan bangun dan tidur di waktu yang sama. Cara itu terbukti berhasil. Kenneth tidak pernah membutuhkan alarm.

 

(widya/wida)

Penulis Widya Laras
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.