Memberikan Donasi Melalui Media Sosial. Mungkinkah?

Wayan Diananto Friday, 19 May 2017
Program “Secangkir Kebahagiaan” telah dimulai sejak tahun 2015. (Wayan Diananto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sayang rasanya jika media sosial hanya digunakan untuk berbagi berita palsu (hoax) dan komentar nyinyir terhadap kondisi negara. Daripada nyinyir, lebih baik memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk berdonasi.

PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM) mengajak masyakat berdonasi lewat program “Secangkir Kebahagiaan” sembari merayakan Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada bulan ini.

Program “Secangkir Kebahagiaan” merupakan upaya BSIM meningkatkan kesadaran untuk berbagi kepada sesama dengan memanfaatkan media sosial perseroan. Caranya mudah, hanya melakukan like, share, dan atau follow media sosial BSIM baik di Facebook, Twitter maupun Instagram. Setiap klik like, share, dan atau follow media sosial yang dilakukan mulai 24 April sampai 10 Mei dihargai dengan satu kilogram beras.

“Beras hasil donasi akan disumbangkan ke yayasan dan panti sosial yang membutuhkan. Tahun ini, BSIM menargetkan donasi sebanyak 6.000 kilogram beras dari hasil klik media sosial selama 15 hari periode program,” terang Direktur BSIM, Hanafi Himawan di Jakarta, pekan ini.

Lebih lanjut, Hanafi menjelaskan bahwa Program “Secangkir Kebahagiaan” telah dimulai sejak tahun 2015.

Tujuannya, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap sesama. Program ini akan terus berlanjut setiap tahun. Pada Ramadan 2015 misalnya, program “Secangkir Kebahagiaan” mengumpulkan donasi sebesar 3.489 kg beras.

“Sementara tahun lalu, ‘Secangkir Kebahagiaan’ dihelat pada Tahun Baru Imlek. Kala itu kami mendapat 2.671 kg beras,” lanjutnya.

Anda dapat berpartisipasi melalui Facebook Bank Sinarmas atau Digital Banking Bank Sinarmas. Untuk Twitter, silakan mengikuti @BankSinarmas atau @DB_Sinarmas. Bagi warga Instagram, Anda bisa mengikuti @BankSinarmas dan @DB_Sinarmas.

 

(wyn/gur)

 

Penulis Wayan Diananto
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.