Kepergok Nonton Drakor, 3 Siswa SMA Dieksekusi di Korea Utara 

| 6 Desember 2022 | 10:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Tiga pelajar SMA Korea Utara dieksekusi karena kedapatan menonton dan mengedarkan drama Korea sejak awal Oktober 2022. Dikutip dari media Korea Selatan, Chosun Ilbo, ketiga siswa SMA tersebut dihukum mati oleh pemerintah Korut pimpinan Kim Jong Un.

Ketiga pelajar SMA itu dinyatakan bersalah melanggar undang-undang baru Korea Utara yang disahkan pada Desember 2020. Dalam peraturan tersebut, Korea Utara melarang keras para warganya untuk mengikuti budaya Korea Selatan, khususnya budaya pop. Mereka akan menindak keras siapa pun yang kepergok sedang menonton atau mendengarkan konten dari Korea Selatan.

Para siswa yang ditangkap disebut ketahuan menonton sejumlah episode drama Korea dan acara TV Amerika Serikat. Tak hanya itu, para siswa tersebut juga ketahuan berusaha menyebarkan video-video tersebut kepada teman-temannya.

Sebelumnya, Korea Utara mengimplementasikan sebuah aturan baru pada Desember 2022 mengenai konten Korea Selatan. Mereka melarang keras warganya mengimpor atau menyebarkan materi audiovisual yang berasal dari Korea Selatan.

Awalnya individu di bawah umur tidak dieksekusi karena melanggar hukum itu. Namun, tindakan keras tampaknya diambil pemerintah Kim Jong Un sekarang dan bahkan berlaku bahkan untuk remaja. Menurut laporan Yahoo News pada Senin (5/12), ketiga siswa laki-laki tersebut berbasis di Hyesan, sebuah kota dekat perbatasan antara Korea Utara dan China.

Meski dikeluarkan peraturan tegas dengan sanksi hukuman keras, diketahui bahwa warga Korea Utara masih mengonsumsi konten Korea Selatan. 

Dari hasil survei Unification Media Group, 96 persen responden mengaku telah menonton K-drama populer seperti Squid Game dan Crash Landing on You. 

Ini bukan pertama kalinya Korea Utara mengeksekusi warganya karena terpapar konten dari “Negeri Ginseng”. Tahun lalu, tujuh orang dilaporkan terbunuh karena menonton video musik K-pop, yang digambarkan Kim Jong-un sebagai "kanker ganas." Adapun pada Desember 2021, negara tertutup ini bahkan melarang warganya tertawa dan minum selama 11 hari dalam rangka memperingati 10 tahun kematian pemimpin terdahulu, Kim Jong Il.(pri)

Penulis :
Editor:
Berita Terkait