Menongkrong di Restoran HEMA dan Menikmati Penganan Cita Rasa Belanda

Wayan Diananto Senin, 3 Desember 2018 07:15:16
Salah satu menu makanan dari restoran Hema. (Foto: Dok. Instagram)

TABLOIDBINTANG.COM - Namanya, Ratna Savitri Handayani (53). Titi, demikian Ratna disapa, memulai usaha makanan dari sebuah ruangan seluas 3x3 meter, di Perumahan Kemang Pratama Bekasi, Jawa Barat. Ruang sempit ini dulunya kantin tempat menongkrong anak sekolah Yayasan Bethany. Berkat keuletan Titi, kantin itu kini menjadi salah satu restoran ternama Ibu Kota, H.E.M.A. Kata Hema terinspirasi dari salah satu department store ternama di Belanda.

Kini Hema singkatan Halal Enak Mutu Artistik. Restoran ini menyuguhkan makanan khas Belanda di antaranya, poffertjes, kroket, macaroni schotel, pannekoek, bitter ballen, dan huzaren sla. "Harganya mulai 18 ribu hingga di atas 38 ribu rupiah per porsi. Kalau zaman masih berupa kantin saya menjual bakso gepeng, kentang goreng, dan sandwich," urai Titi kepada tabloidbintang.com di Bekasi, belum lama ini.

Nuansa Belanda tak hanya terasa dari makanan yang disajikan. Ornamen restoran mengingatkan kita pada indahnya Negeri Kincir Angin. Meski demikian, Anda yang mendamba makanan Indonesia tetap bisa berkunjung ke H.E.M.A. Restoran ini menyajikan nasi goreng dan sop buntut. Setelah 18 tahun, Titi kini mengembangkan sayap bisnis H.E.M.A ke beberapa titik.

H.E.M.A kini memiliki 6 gerai. Selain di Kemang Pratama Bekasi, ia hadir di Kebayoran Baru, Tebet Indraya Square, Menteng Huis Cikini, Green Terrace Taman Mini, dan Second Label Omah Buntut (managed by H.E.M.A. Resto) di Mega Bekasi Hypermall. Yang membanggakan, Titi berhasil menjalin koneksi dengan Kedutaan Belanda di Indonesia.

"Pihak kedutaan mendukung saya dengan memberikan pajangan khas serta informasi seputar bunga tulip hingga sejarah tempat yang ikonis di Belanda. Saya juga beberapa kali bekerja sama dengan kedutaan untuk menyediakan makanan. Dari katering untuk 20 orang hingga 2.000 orang saat perayaan Kings Day," Titi berbagi cerita.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.