Libur Tahun Baru 2019 Museum Sejarah Jakarta Dipadati Pengunjung

TEMPO Rabu, 2 Januari 2019 23:59:56
Pengunjung Museum Sejarah Jakarta menyemut pada hari libur tahun baru, Selasa, 1 Januari 2019 (TEMPO)

TABLOIDBINTANG.COM - Museum Sejarah Jakarta dipadati pengunjung pada hari libur Tahun Baru 2019, Selasa 1 Januari 2019 kemarin. Pihak museum mencatat, angka wisatawan selama satu hari mencapai 8.000 pengunjung.

"Angka ini naik hampir sembilan kali lipat dari hari biasa," kata Koordinator Pemandu Wisata Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta Amat Kusaini Al Alexs kepada Tempo, Selasa petang, 1 Januari 2019.

Biasanya, kata Alexs, tamu yang datang di Museum Sejarah Kota Tua hanya berkisar 1.000-2.000 orang. Kendati meningkat ketimbang hari-hari biasa, angka wisatawan datang ke museum itu menurun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pada awal tahun 2018, tamu Museum Sejarah Jakarta mencapai 10 ribu orang.

Alexs belum bisa memastikan mengapa jumlah pengunjung berkurang. Namun, pihaknya memprediksi hal ini merupakan imbas dari cuaca yang tak terlalu baik di Jakarta belakangan. Akibatnya, wisatawan tak seramai tahun lalu.

Museum Sejarah Jakarta mulai disambangi pengunjung sejak pukul 12.00 WIB. Sepanjang libur akhir tahun hinhga awal tahun, museum menyuguhkan hiburan khusus. Di antaranya pentas musik kulintang. Pemain musik mulai berlaga pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Penampilnya adalah siswa-siswi dari sejumlah SMA/SMK di Jakarta. "Hasil latihan kerja sama UP Museum Kesejarahan Jakarta dan Pusat Pelatihan Musik Kolintang Bapontar," katanya.

Norviadi S. Husodo, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua,  mengatakan Tahun Baru 2019 Selasa ini adalah puncak kunjungan wisatawan ke Kota Tua. Ia menyebutkan angka pengunjung di kawasan wisata tersebut mencapai 10 ribu.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Suyanto Soemohardjo
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.