Sejarah Ringkas Museum Bahari yang Terbakar

TEMPO Rabu, 17 Januari 2018 06:00:26

TABLOIDBINTANG.COM - Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara, dilanda kebakaran pada Selasa pagi, 16 Januari 2018. Api diketahui muncul pukul 09.05 WIB.

Museum Bahari adalah bangunan dua lantai bergaya kolonial, dan tampak megah berdiri di antara suasana Pasar Ikan di Penjaringan, Jakarta Utara.

Dibangun bertahap pada 1718 hingga 1778 . Menurut Adolf Heuken, penulis 13 buku tentang Jakarta (paling fenomenal adalah Historical Sites of Jakarta) pada jaman kolonial dulu bangunan itu adalah tempat menyimpan benda termahal di dunia: rempah-rempah.

Pemerintah Jakarta lalu mengambil alih pengelolaan bangunan itu pada masa pemerintahan Gubernur Ali Sadikin.

Sepanjang yang tercatat, museum ini menyimpan 850 koleksi berupa keramik-keramik yang ditemukan dalam bangkai kapal, dan berbagai jenis kayu sebagai bahan pembuat kapal.

Selain itu ada juga foto-foto perjalanan sejarah bahari Nusantara, berbagai peralatan navigasi, hingga awetan berbagai biota laut tampak berdebu.

Adolf menyayangkan ada satu bangunan di kawasan itu yang kini telah lenyap, yakni pos jaga di pojok luar museum.

“Lima tahun lalu masih ada, sekarang sudah tidak ada,” kata dia, Juni 2017.

Pada tahun lalu, Pemerintah DKI Jakarta memperbaiki Museum Bahari dan Pasar Ikan. Dua bangunan peninggalan Belanda itu direnovasi karena rusak parah, khususnya beberapa bagian yang terbuat dari kayu.

Kepala Musuem Bahari, Husnizon Nizar, mengatakan perbaikan museum dilakukan secara parsial untuk beberapa material yang rusak.

"Sudah banyak kayu yang keropos. Khawatir malah membahayakan pengunjung," ujar dia saat itu.

Musemun Bahari tak banyak dikunjungi wisatawan. Hal itu pernah disampaikan Zainal Abidin, 44 tahun, yang menjadi petugas pemandu museum pun gundah.

"Justru banyak bule, umumnya dari Belanda karena ini peninggalan dia. Ini dulu bekas gudang rempah," kata Zainal yang berseragam biru dongker saat ditemui di Museum Bahari, 2016 silam.

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.