Setelah Berwisata Sejarah, Yuk Mengopi di Kopi Kota Tua

Ika Nurhayati Sabtu, 3 Pebruari 2018 09:00:23
Cappuccino yang imbang rasanya antara kopi dan susu yang digunakan. (Yudistira Ishak Abrar)

TABLOIDBINTANG.COM - Di kawasan Kota Tua Jakarta, kita bisa berwisata sejarah sekaligus kuliner termasuk mengopi cantik. Salah satu penghuni Kota Tua Jakarta yang baru membuka pintunya akhir Desember adalah Kopi Kota Tua. Letaknya di area yang diapit Museum Fatahillah dan Museum Wayang, bersama beberapa tempat makan lain. Menyinkronkan diri dengan sekelilingnya, gaya interior Kopi Kota Tua sederhana saja.

Kopi Kota Tua yang jadi bagian dari kawasan wisata Kota Tua Jakarta. (Ika / tabloidbintang.com)
Kopi Kota Tua yang jadi bagian dari kawasan wisata Kota Tua Jakarta. (Ika / tabloidbintang.com)

Dinding putih bangunan lama dipertahankan di area luar dan area non-smoking di lantai bawah, sementara area smoking di lantai atasnya berdinding semen poles sebagaimana banyak kafe kekinian. Berfasilitaskan bangku dan meja kayu, salah satu sudut di lantai atas tampil lebih menarik sebagai area lesehan dengan 5 bantal berwarna biru.

Ada area lesehan di lantai atas. (Ika / tabloidbintang.com)
Ada area lesehan di lantai atas. (Ika / tabloidbintang.com)

Spot foto favorit adalah tangga kayu dengan tiap anak tangganya bercelah dan tanpa susuran. Penataan sederhana namun efisien—dengan tiap meja cukup berjarak—menjadikan Kopi Kota Tua tempat yang menyenangkan untuk tempat istirahat setelah jalan-jalan juga pastinya tempat berfoto.

Bagian dalam kafe dan tangga yang jadi tempat favorit berfoto. (Ika / tabloidbintang.com)
Bagian dalam kafe dan tangga yang jadi tempat favorit berfoto. (Ika / tabloidbintang.com)

Mengusung kata kopi pada label, koleksi minuman kopi di sini cukup lengkap, dari espresso, latte dengan aneka pilihan rasa sampai kopi khas yang berjudul kota tua coffee mix. Kami mencoba iced coffee latte dan ketika kami bertanya apakah bisa diracik sedikit pekat kopinya, salah satu staf bilang bisa, wah, terima kasih banget, lo. Hasilnya, terhidanglah es kopi latte yang cukup bold, yang sangat kami nikmati dan juga mengusir dahaga kami di siang yang terik itu. Sementara hot cappuccino yang diseruput rekan kami rasanya seimbang, antara pahitnya kopi dan gurihnya susu.

Iced latte yang menyegarkan. (Ika / tabloidbintang.com)
Iced latte yang menyegarkan. (Ika / tabloidbintang.com)

Minuman yang bukan kopi pastinya ikut mengisi menu, sebagian berbasis susu yakni green tea latte, chocolate, milk tea, dan milkshake dengan beberapa rasa. Ada pula orange juice dan teh. Sementara untuk komposisi menu makanan, lebih banyak camilan daripada makanan berat. Meski sedikit, Kopi Kota Tua menawarkan makanan berat yang relatif disukai orang, seperti nasi goreng, mi goreng, mi rebus, dan nasi ayam. Siang itu kami tiba dalam keadaan lapar, disarankan memesan kampoeng fried rice yang pengolahannya tidak makan waktu lama. Mengingat saat itu di depan kami sudah mengantre terlebih dulu beberapa orang yang habis jalan-jalan.

Kampoeng fried rice yang isinya komplet. (Ika / tabloidbintang.com)
Kampoeng fried rice yang isinya komplet. (Ika / tabloidbintang.com)

Tidak sampai 10 menit kampoeng fried rice terhidang di hadapan. Lumayan komplet, sepiring nasi goreng ini dilengkapi telur ceplok utuh dan sepotong ayam goreng. Untuk camilan, kalau suka yang manis, ada chocolate toast yang dari isi sampai topping bertabur dan berlumur cokelat. Juga ada camilan gurih seperti french fries dan siomay. Harga makanan dan minuman Kopi Kota Tua terjangkau, di kisaran 20-38 ribu rupiah.

Chocolate toast. (Yudistira Ishak Abrar)
Chocolate toast. (Yudistira Ishak Abrar)

Kopi Kota Tua

Kerta Niaga Marketplace, Jl. Pintu Besar Utara No. 11, Kota Tua, Jakarta Barat

Senin-Jumat 10.00-22.00 WIB, Sabtu-Minggu 07.00-22.00 WIB

Penulis Ika Nurhayati
Editor Binsar Hutapea
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.