5 Langkah Menghindari Jebakan Cyber Saat Memesan Fasilitas Liburan Secara Online

Wayan Diananto Jumat, 13 Juli 2018 02:45:46
Jebakan cyber mengintai saat Anda memesan fasilitas liburan secara online. (Foto: Dok. tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Di era serbadigital, merencanakan liburan semudah memainkan jari di ponsel cerdas. Laporan Travel Insight tahun ini menyebut puncak pemesanan tiket moda transportasi dan hotel untuk liburan di sejumlah negara, terjadi bulan ini. Laporan yang sama juga menyebut pencarian tiket pesawat dan hotel lewat ponsel pintar melonjak hingga 89 persen. Biasanya terjadi di menit-menit akhir.

Country Manager, Consumer, di Avast Prancis, Bastien Dubuc, mengingatkan Anda harus berhati-hati ketika memesan fasilitas travel online. Mengingat, peretas secara konsisten mencari kelemahan dan kurangnya kesadaran konsumen soal keamanan siber. Pengguna internet yang kepalanya dipenuhi mimpi berlibur menjadi sasaran empuk peretas. Mayoritas wisatawan tidak memikirkan risiko saat memesan tiket pesawat dan hotel di jalur daring.

Memesan tiket pesawat dan hotel sama saja membagikan informasi personal di jalur daring. Karenanya, Bastien membagikan lima langkah aman bertransaksi lewat aplikasi menjelang dan selama liburan. Selamat menyimak!

  1. Waspada terhadap email phishing. Seorang peretas dapat mengirim penawaran atraktif kepada Anda. Jika surel terlihat mencurigakan, Anda harus membuka dengan hati-hati dan jangan mengklik tautan maupun lampiran yang tertera di surel.

  2. Pentingnya kredensial unik. Buatlah login dan kata sandi eksentrik, sehingga ketika penjahat siber meretas sebuah situs web, mereka tidak dapat mengakses akun Anda. Kata sandi terbaik adalah gabungan dari simbol yang bervariasi berupa huruf kapital, angka, dan karakter khusus dengan jumlah lebih dari delapan karakter.

  3. Verifikasi keberadaan “https” dan gembok berwarna hijau saat Anda membayar. Jika situs web tidak memiliki “https” dan gembok hijau pada bar alamat, Anda tidak perlu menyelesaikan pembayaran itu. Ini berarti situs web kurang aman.

  4. Mengadopsi autentifikasi dua faktor. Tujuannya, menyulitkan orang yang tidak berwenang mengakses informasi pribadi Anda.

  5. Metode pembayaran yang aman menjelang dan selama liburan. Idealnya, setiap transaksi daring yang menggunakan kartu kredit harus dilakukan dengan proteksi dari pencurian.

Penulis Wayan Diananto
Editor Wayan Diananto
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.