Mengetuk Pintu Gerbang Kalimantan Timur yang Memikat

Redaksi Sabtu, 16 Januari 2016 01:39:52

TABLOIDBINTANG.COM - Kalimantan Timur (Kaltim) adalah provinsi terluas ke 2 di Indonesia. Provinsi ini mengambil 11persen bagian dari total wilayah Indonesia. Di sinilah tersimpan sejarah kerajaan Kutai, kota minyak, taman kanopi, surga orang utan, hingga Maldives-nya Nusantara. 

Sesekali, terbanglah ke Kaltim untuk mengetahui pesonanya yang memikat. Pesawat perintis Nam Air siap membawa Anda menemukan pengalaman baru di Kalimantan Timur.

Dengan bermodalkan gadget Anda, memesan tiket pesawat Nam Air akan lebih mudah dengan menggunakan layanan Traveloka. Awali perjalanan dengan mengetuk pintu gerbang Kaltim yang berada di Samarinda dan Balikpapan.

Samarinda, sang ibukota dengan banyak cerita

Inilah ibukota provinsi Kaltim. Ibukota satu ini menyimpan banyak cerita melalui pilihan destinasi wisatanya.

Napak tilas kekayaan budaya khas Kalimantan Timur, bisa kita temukan di Desa Pampang. Desa yang menjadi bagian dari Taman Budaya Suku Dayak ini terbentang sekitar 20 kilometer ke arah utara kota Samarinda. Desa Pampang adalah rumah bagi Suku Dayak Keyah yang memiliki kekayaan budaya unik.

Di sini, Anda akan melihat langsung rumah panjang (rumah tradisional suku Daya dengan ukiran khas), dan patung khas Suku Dayak Keyah. Anda juga akan dihibur dengan penampilan tarian tradisional (tari burung enggang, tari manyam tali, atau tari pamung tawai, dll) jika singgah ke sini pada hari Minggu.

Oleh-oleh khas Samarinda yang terkenal adalah sarung. Anda bisa menemukan pusat sarung Samarinda di Samarinda Seberang. Di sinilah Anda akan melihat desa yang setiap penduduknya tengah sibuk menenun sarung khas dengan motif kotak-kotak tersebut.

Sisi alam kota Samaringda bisa Anda temukan di banyak tempat. Yang paling ikonik tentunya Sungai Mahakam yang membelah kota menjadi 2 bagian. Selain Sungai Mahakam, ada air terjun cantik bernama Tanah merah di Desa Purwosari yang sudah dilengkapi sarana dan prasana pariwisata. Ada pula kebun raya seluas 300 hektar di utara Samarinda yang menyediakan kebun binatang, taman bunga, danau, bumi perkemahan, dan ruang olarhaga.

Balikpapan, kota minyak sejak abad 18

Balikpapan dikenal luas sebagai kota industri, dengan industri minyak sebagai pondasi utamanya. Tak heran jika kota ini berkembang lebih maju dari ibukota Kaltim sendiri. Di sini sudah beroperasi bandara dan pelabuhan kelas internasional.

Pemandangan utama di kota ini memang berupa pabrik dan kilang minyak. Namun, Anda sebaiknya bersiap terpukau dengan kekayaan alam dan kawasan konservasi di kota satu ini.

Pantai-pantai di Balikpapan tak hanya cocok untuk wisata keluarga. Beberapa pantainya justru dijadikan tempat wisata sejarah. Pantai Banua misalnya. Pantai ini memiliki monumen peringatan tentara Australia pada peristiwa Perang Dunia II. Sementara itu, monumen untuk tentara Jepang ada di Pantai Lamaru. Di sisi lain, pilihan rekreasi lengkap terdapat di Pantai Manggar dan Pantai Indah Angkasa. Untuk wisata kuliner, pilihannya ada di Pantai Kemala dan Pantai Melawai.

Selain pantai, Balikpapan punya pesona wisata alam yang unik. Wisata alam konservasi ini berada di Samboja. Di Samboja terdapat konservasi orang utan yang menawarkan wisata ala relawan. Anda akan diajak mengenali seluk beluk orang utan dan beruang madu, mengikuti riset, membersihkan habitat satwa, hingga trek ke hutan dekat Samboja yang adalah tempat melepaskan orang utan ke alam liar. Samboja juga menyediakan tempat menginap yang terbilang cukup mewah dan bertarif 1-3 jutaan per malam.

Meski sudah banyak dieksploitasi untuk industri minyak bumi, Balikpapan masih punya hutan tropis yang subur. Taman Nasional Bukit Bangkirai begitu memikat karena memiliki pohon raksasa (Pohon Bangkirai) yang saling terhubung melalui jembatan kanopi terpanjang dan pertama di Indonesia. Pemandangan dari jembatan berketinggian 30 meter ini begitu segar dan pastinya bisa mengusir kepenatan Anda yang pusing dengan suasana kota modern.

Penulis Redaksi
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.