Teror Mistis Mengincar Nyawa Ruben Onsu dan Thalia

Indra Kurniawan | 21 Oktober 2018 | 07:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kehidupan keluarga Ruben Onsu awalnya berjalan adem ayem. Ruben selain disibukkan syuting, juga bisnis kuliner yang baru 2 tahun ia rintis. Sarwendah sendiri mengelola beberapa unit usaha, dari kuliner, busana, hingga kecantikan. 

Kedamaian mereka diusik rentetan kejadian aneh di rumah dan tempat usaha. Dimulai 7 bulan lalu, saat Ruben bermimpi hal yang sama selama berhari-hari. Dalam mimpi, seseorang mengingatkan Ruben untuk selalu berhati-hati.

“Enggak pernah aku gubris, namanya juga mimpi,” kata presenter yang mengawali karier dari Sanggar Ananda milik Aditya Gumay.

Menyusul empat bulan terakhir, setiap malam ia kerap merasakan nyeri di bagian punggung. Setelah diperiksa, tak ada masalah pada punggungnya. Namun nyeri tetap mendera.

“Aku akhirnya cerita kepada Eko Patrio. Dia bilang, bisa jadi karena ada orang yang enggak suka padaku (menyantetku). Dia pernah merasakan hal yang sama,” kata Ruben.

Gangguan menjadi ketika suatu malam ia mendapati darah mengalir dari pahanya, saat hendak membersihkan diri di kamar mandi yang terletak di dalam kamar. Panik, Ruben memanggil-manggil sang istri. Sarwendah tidak percaya dengan yang disaksikannya. “Melihatnya berdarah tapi (di tubuhnya) enggak ada luka, itu enggak logis,” kata Sarwendah. 

Saat Sarwendah membersihkan darah yang berceceran di lantai, pintu kamar mandi yang terbuka tiba-tiba terbanting begitu keras hingga membangunkan Thalia, yang tidur sekamar dengan mereka.

“Thalia teriak, 'Ayah!' Aku langsung lari dan aku lihat ada makhluk (halus) besarnya bukan main. Itu horor banget,” Ruben bercerita. 

Yang paling mengerikan ketika ular kobra hitam tiba-tiba melata di dalam rumahnya. Tidak hanya sekali terjadi, melainkan tiga kali. Salah satu ular bahkan hampir memasuki kamar tidur pribadinya di lantai dua rumahnya yang berlokasi di Rempoa, Tangerang Selatan. 

“Ular pertama terlihat oleh Thalia ketika ular itu mau masuk ke kamar tidur. Thalia memanggil ibunya dan Sarwendah langsung menarik (Thalia agar menjauh). Kedua, terlihat sore hari di tempat duduk yang menghadap kolam renang. Di tempat yang biasa aku duduki, ada kobra yang kepalanya sudah tegak. Ketiga, terlihat pada pagi hari di gudang,” ceritanya.

Dua ular berhasil ditangkap dan dibunuh. “Ada orang bilang, (ular) enggak boleh dibunuh. Namun karena ular sudah dalam posisi mau menyerang yang menangkap, mau enggak mau dibunuh,” tutur Sarwendah.

Satu ular lainnya tiba-tiba menghilang, tanpa diketahui ke mana perginya. “Ketika kedai (Geprek Bensu) di kawasan Cibubur dilempari kotoran kucing, tanah kuburan, dan kembang tujuh rupa, aku diam saja, santai saja. Cuma ketika sudah menyerang anakku, ini sudah gila!” seru Ruben.

(ind / gur)

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan