Putri Diana Meninggal, Pangeran Charles Tunjuk Wanita Ini jadi Ibu untuk William dan Harry

Redaksi | 1 September 2021 | 07:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Kematian Putri Diana pada Agustus 1997 jelas meninggalkan trauma dan kesedihan. Terutama bagi anak-anaknya, Pangeran William dan Pangeran Harry, yang kala itu masih remaja. Pada usia segitu, seorang anak membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Sadar anak-anaknya bakal mengalami hari-hari berat dan membutuhkan arahan dari seseorang yang mengerti betul jiwa dan pikiran mereka, Charles buru-buru memanggil Tiggy Legge Bourke, mantan asisten pribadinya, kembali ke istana.

Kurang dari 48 jam sejak tewasnya Diana, Tiggy yang di kalangan istana dijuluki The Royal Surrogate Mother (ibu pengasuh) telah kembali hadir di Balmoral. Ia diminta secara pribadi oleh Charles untuk mengurus William dan Harry. Tiggy mendapat tugas khusus membantu kedua anak itu mengatasi krisis sepeninggal ibunya. Bagi Tiggy, yang baru tiga bulan lalu berhenti sebagai asisten Charles, mengurus William dan Harry bukanlah urusan baru. Di saat Diana tugas ke luar negeri, ia telah dipercaya mengambil tugas menemani dan mengurus William dan Harry. Mengajak mereka berlibur, menemani menonton ayah mereka bermain polo atau sekadar jalan-jalan, sudah merupakan tugas sampingan Tiggy selama bekerja untuk Pangeran Charles.


 Tak jarang William dan Harry mengadu padanya setiap kali berbeda pendapat dengan ayahnya. Kedekatan ini membuat dua Pangeran kecil ini memperkenalkan Tiggy kepada teman-temannya dengan sebutan Our Beloved Nanny. Tak jarang pula Diana bertukar pikiran dengannya. Tiggy memang tipe wanita paling asertif yang pernah dipekerjakan istana. Ia diterima siapa saja karena rela berbagi rasa dan selalu siap membantu. Ketika Diana mengalami krisis pernikahan, Tiggy termasuk yang terus memberi dukungan moril kepada Diana. ''Dalam hal satu itu, ia memang tidak bisa melalukan apa-apa, karena terikat aturan dinas kerajaan. Namun kami tahu ia ikut merasakan kepedihan yang dirasakan Diana. Kami melihatnya dari cara ia mengelus dan memberi pelukan pada William dan Harry,'' ujar salah satu sekretaris Charles yang bersahabat dengan Tiggy.

Kehadiran Tiggy di saat keluarga Charles mengalami masa darurat, bukan berarti tak mengundang kontroversi. Meski Charles sendiri yang memutuskan Tiggy sebagai "ibu" di saat kedua anaknya berduka, tak sedikit yang menyatakan bahwa putusan itu gegabah. Beberapa pengurus istana menilai Tiggy bukan lagi "orang dalam" kerajaan. Mereka malah menyuarakan saran agar Charles lebih mendekatkan diri dengan anak-anaknya. ''Inilah saatnya Charles menunjukkan dedikasi sebagai ayah. Selama ini, khalayak luput memperhatikan bagaimana Charles mencurahkan kasih sayang pada anak-anaknya,'' ujar salah satu pengurus istana.

Di pihak lain, banyak yang sepakat dan mendukung keputusan Charles. ''Pangeran Charles tak diragukan mencintai anak-anaknya. Tapi Tiggy bisa memberi arti dari sisi lain. Paling tidak dengan air mata dan simpati seorang wanita. Lagi pula mengapa meributkan status Tiggy. Bukankah saat ini yang penting membantu William dan Harry mengatasi krisis ini?'' bela salah satu pengurus istana, seperti dikutip tabloid The Express.

Kontroversi akan keberadaan Tiggy wajar terjadi. Pasalnya, siapa yang diterima oleh anak-anaknya Diana dan juga kalangan istana, sebagai sosok yang dekat dengan kehidupan pribadi Charles, masih menjadi topik paling menarik. Tiggy tampaknya diberi tempat khusus oleh Charles. Bahkan ia dipercaya dan lebih diterima dibanding Camilla Parker-Bowles, kekasih Charles. Begitu berjumpa kembali dengan anak-anak Diana, Tiggy langsung memutuskan menyembunyikan mereka dari kejaran pers. Dengan persetujuan Charles, ia melarang siapa pun di lingkungan Balmoral dan Buckingham menyimpan koran atau tabloid. Ia takut William dan Harry makin terluka dan terbebani dengan semua yang ada di media cetak. 

Penulis : Redaksi
Editor : Redaksi