Di Hadapan Prabowo, Rachmawati Soekarnoputri Menyebut Ini Tahun Berbahaya

TEMPO | 23 November 2018 | 21:50 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Rachmawati Soekarnoputri yang Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga Uno, menyebut tahun ini sebagai the year of living dangerously (tahun berbahaya untuk hidup). "Tahun ini adalah the year of living dangerously," kata Rachmawati Soekarnoputri saat berbicara di depan para elit dan relawan pendukung Prabowo dalam pidatonya di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Menyebut tahun ini sebagai the year of living dangerously, Rachmawati Soekarnoputri merujuk tulisan dalam buku Prabowo Subianto, Paradoks Indonesia. Kata Rachmawati, Prabowo menulis bahwa kondisi Indonesia makin tidak sesuai yang diharapkan. Puteri Presiden Sukarno ini mengatakan utang Indonesia kian bertambah. Kemiskinan pun tidak berkurang.

Kata Rachmawati Soekarnoputri, yahun depan adalah tahun penentu untuk keluar dari kondisi saat ini. "Tahun depan adalah tahun penentuan, a year of decission. A year of triumph, tahun kemenangan," kata adik dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri ini.

Rachmawati Soekarnoputri juga menegaskan, para relawan akan menjadi ujung tombak pemenangan Prabowo dan Sandiaga. Dia meminta para relawan berjuang dengan disiplin dan militan untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 02. Pada Prabowo, Rachmawati Soekarnoputri juga melaporkan bahwa akan menggelar acara relawan di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang berkapasitas sekitar 70 ribu orang.

The Year of Living Dangerously yang disebut Rachmawati Soekarnoputri adalah judul film besutan sutradara Peter Weir yang rilis pada 1983. Film itu mengisahkan petualangan seorang wartawan Australia yang ditugaskan meliput kondisi Indonesia, Jakarta khususnya, pada tahun 1965, sebelum dan sesudah peristiwa 30 September.

TEMPO.CO

Penulis : TEMPO
Editor : TEMPO