Panik Karena Corona, Adi Nugroho dan Donita Beli Masker Seharga Satu Juta

RIK | 5 Maret 2020 | 08:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Sejak pemerintah mengumumkan jika virus Corona sudah menjangkit WNI asal Depok, Jawa Barat, kepanikan masyarakat akan penyebarannya langsung memuncak. Salah satu barang yang mendadak langka ialah masker. Bahkan, pasangan Adi Nugroho dan Donita rela membeli masker seharga Rp1 Juta. 

Hal itu diceritakan Adi Nugroho saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (4/3). 

"Kesal banget sih, kesel tapi butuh gimana ya. Karena salah satu yang penting itu kan masker, nah pas aku lagi break aku langsung ke apotek langganan, ternyata barangnya enggak ada. Udah datengin beberapa tempat enggak ada, dan akhirnya ada yang jual saat itu kita langsung ngantri, dan abis. Akhirnya dapet dengan harga satu box-nya itu Rp550 ribu. Aku ujung-ujungnya beli dua box, jadi totalnya 100 (pieces)," ungkap Adi Nugroho. 

Harga yang harus ia bayar untuk satu pack masker berisi 50 buah melonjak hampir 10 kali lipat dari harga normal. Meski begitu, biaya mahal tersebut terpaksa ia keluarkan untuk menghindari kemungkinan keluarganya, terutama dua anaknya terpapar virus Corona. 

"Takutnya kita kan masih punya dua anak nih yang masih kecil kan, ada yang dua tahun, ada yang empat tahun. Anakku yang pertama itu dia kalau demam tinggi pernah dirawat di rumah sakit, jadi agak takut nih kalau yang virus-virus kayak gini, takutnya demam. Kalau anak yang kedua sempat masuk ICU karena pernapasannya kan, jangan sampai dia batuk, jangan sampai dia bermasalah sama pernapasan, kaya flu atau segala macam. Jadi emang kita sekeluarga untuk menjaga anak kita ini," paparnya. 

Sejak dulu, menurut Adi Nugroho, keluarganya memang selalu sedia masker untuk digunakan sehari-hari. Dan, lantaran kepanikan masyarakat terhadap virua Corona yang membuat stok masker langka, harga mahal pun terpaksa ia bayar sebagai langkah antisipasi kehabisan stok di kemudian hari. 

"Kita memang sudah menyiapkan juga. Takutnya kemarin karena pada panik, takut enggak ada sama sekali, jangan sampai kita enggak punya, itu aja sih," pungkasnya.

(rik)

Penulis : RIK
Editor : RIK