Salat Jumat di Tengah Pandemi Covid-19, Atalarik Syach Minta Maaf

Ari Kurniawan | 8 April 2020 | 11:30 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Video yang diunggah Atalarik Syach di media sosialnya beberapa waktu lalu mengundang kritik pedas publik. Di video itu, Atalarik memperlihatkan momen saat dirinya dalam perjalanan menuju masjid, untuk menunaikan salat jumat. 

Padahal, di tengah kekhawatiran masyarakat atas pandemi Covid-19, pemerintah bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat bisa beribadah di rumah. 

"Ini lagi blusukan, kebetulan kami tinggal di zona merah, mau cari masjid mana yang masih buka," ucap Atalarik Syach, sambil memegang kemudi. 

Atalarik juga sempat bertanya pada lelaki di sebelahnya tentang konsekuensi tidak menjalankan salat jumat tiga kali berturut-turut. Pria yang disebut Atalarik sebagai ustadz itu lantas menjawab, "Wah dinyatakan kafir, nggak boleh ngawinin (menikahkan) anak perempuannya".

Sadar unggahannya menyinggung masyarakat yang tengah berjuang melawan penyebaran Covid-19, Atalarik Syach akhirnya meminta maaf. 

"Saya Atalarik Syach ingin menyampaikan permohonan maaf saya yang sebesar-besarnya kepada umat muslim di Tanah Air, atas perkataan saya yang membuat tersinggung atau kecewa saudara-saudara," kata Atalarik Syah, dalam video yang diunggah sejumlah akun gosip Instagram.

Atalarik Syach mengaku sedang bersemangat mendalami agama Islam dan ingin terus menjalankan salat berjamaah. 

"Saya mewakili yang lain, yang masih menjalankan salat Jumat, bukan berarti kami tidak mematuhi atau mengikuti saran pemerintah, terutama maklumat atau fatwa para alim ulama. Saya saat ini lagi menggebu-gebunya belajar salat berjamaah, lagi ingin memiliki keyakinan yang lebih," bilang Atalarik Syach. 

Permintaan maaf Atalarik Syach kembali disambut beragam komentar penduduk dunia maya. Banyak yang menyayangkan pernyataan Atalarik, yang tidak mengindahkan upaya semua pihak dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Indonesia.

"Mendadak jadi ustadz, mendadak lebih paham tentang agama, dan mendadak merasa ilmu nya paling tinggi. Wkwkwk," tulis seorang netizen. 

"Klarifikasi dan mohon maaf tp maaf masih terkesan cari 'pembenaran diri'," sahut netizen lain. 

(ari)
 

Penulis : Ari Kurniawan
Editor : Ari Kurniawan