Donna Agnesia Sebut Ada 1 Urusan Terhambat Akibat PPKM Darurat

Indra Kurniawan | 17 Juli 2021 | 03:00 WIB

TABLOIDBINTANG.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat 3-20 Juli 2021 benar-benar dipatuhi Donna Agnesia sekeluarga. Selama PPKM mereka tidak bepergian ke mana-mana. Semua aktivitas dilakukan dari rumah.

Kepada tabloidbintang.com via pesan suara WhatsApp, Jumat (16/7) sore, Donna Agnesia mengaku PPKM tidak berdampak kepada pekerjaannya. Dia bersyukur sekali semua pekerjaan bisa dilakukan melalui digital platform.

"Puji Tuhan sekarang banyak sekali pekerjaan melalui digital platform. Syuting ataupun foto atau lainnya, semua bisa dilakukan dari rumah," jelas ibu dari Lio, Diego, dan Sabrina.

"Kegiatan yang lain sama aja karena kami udah pernah melewati ini sebelumnya. Sudah setahun lebih harus beraktivitas lebih banyak dari rumah. Yang penting tetap happy dan sehat," sambungnya.

Hanya saja, ada satu urusan yang agak terhambat kata Donna, yaitu pengurusan sekolah Lio ke Prancis. Karena Kedutaan Besar Prancis tutup akibat PPKM, pengurusan dokumen seperti visa belum dapat dilakukan.

"Untuk proses pembuatan visa dll menunggu sampai PPKM selesai dan kedutaan sudah buka. Yang pasti tetap harus dijalani karena aku sama Darius sudah melakukan pembayaran untuk Lio sekolah di sana. Jadi mau enggak mau Lio tetap harus berangkat," bilang Donna.

"Dan mungkin yang harusnya dia di sana akhir Agustus, ya mungkin agak sedikit mundur, dikasih tenggat waktu kurang lebih 1 bulan. Jadi paling lambat akhir september dia sudah harus di sana," lanjut Donnna yang berharap proses pengurusan semua dokumen Lio ke Prancis dilancarkan dan dimudahkan.

"Karena Lio masih harus vaksin dan vaksin yang diterima Kedutaan Prancis itu hanya Pfizer, AZ (AstraZeneca), Moderna, dan Johnson and Johnson. Sementara AZ untuk anak-anak tidak memungkinkan jadi kami masih menunggu vaksinasi Pfizer untuk Lio sebagai syarat keberangkatan dia," tambahnya lagi.

Vaksin Pfizer yang dikembangkan perusahaan Amerika Serikat, Pfizer bersama mitranya dari BioNtech, Jerman, Rabu (14/7) lalu, kabarnya telah mengantongi izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan segera dipakai untuk masyarakat.

(ind)

Penulis : Indra Kurniawan
Editor : Indra Kurniawan